Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Imbas Efisiensi Anggaran, Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Turun 10 Persen

Juliadi Radar Bali • Senin, 18 Agustus 2025 | 21:04 WIB
STAGNAN: Suasana kunjungan di objek wisata Tanah Lot. Jumlah kunjungan wisatawan stagnan, bahkan cenderung menurun hingga 20 persen.
STAGNAN: Suasana kunjungan di objek wisata Tanah Lot. Jumlah kunjungan wisatawan stagnan, bahkan cenderung menurun hingga 20 persen.

RadarBuleleng.id - Jumlah kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, tercatat menurun hingga 10 persen pada pertengahan 2025. 

Penurunan kunjungan tersebut dialami oleh seluruh kategori turis, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Manager DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menyebut turunnya angka kunjungan dipengaruhi sejumlah faktor global maupun nasional. 

Mulai dari gejolak perang di Asia, Timur Tengah, hingga konflik Rusia–Ukraina yang masih berlangsung. 

Selain itu, erupsi Gunung Lewotobi di Flores, NTT pada Juni lalu juga ikut mengganggu jalur penerbangan di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

“Kunjungan dari Januari sampai Juli 2025 turun sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Target kami sebenarnya rata-rata 5.500 sampai 6.000 orang per hari, namun yang tercapai paling tinggi 5.000 orang, bahkan sering di bawah itu,” ungkap Sudiana.

Ia menambahkan, travel warning dari Pemerintah Australia turut berdampak pada kunjungan turis asing ke Bali. 

Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat juga memukul sektor wisata domestik. 

Banyak perusahaan maupun sekolah yang biasanya menggelar wisata atau study tour, kini menunda agenda berlibur karena tekanan ekonomi.

Meski demikian, pihak pengelola Tanah Lot tetap optimistis tren kunjungan akan kembali pulih. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Festival Tanah Lot ke-6 pada 22–24 Agustus mendatang. 

“Kami berharap festival ini bisa menjadi magnet baru untuk menarik lebih banyak wisatawan,” pungkas Sudiana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #efisiensi #wisatawan domestik #DTW #turis #wisatawan #konflik #kunjungan #erupsi #Mancanegara #tanah lot