SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pelabuhan Celukan Bawang kembali menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara di penghujung tahun.
Kapal pesiar raksasa Ovation of the Seas bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Rabu (31/12/2025), membawa ribuan wisatawan asing ke Bali Utara.
Kapal yang dioperasikan Royal Caribbean Cruise Lines tersebut tiba sekitar pukul 07.00 WITA dan dijadwalkan bertolak kembali pada pukul 23.00 WITA.
Selama berada di Buleleng, para wisatawan mengikuti beragam paket wisata ke sejumlah destinasi unggulan.
Objek wisata yang dikunjungi meliputi Pura Pabean, Twin Lake, Ulun Danu Beratan, Bali Handara, Puri Kanginan, Gedong Kertya Museum, Pak Oles, Elevate Bali, Beji Temple, Menjangan Dynasty, Pulau Menjangan, Mimpi Resort, hingga Pantai Lovina.
Kunjungan tersebut diharapkan memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha pariwisata serta masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyebut kedatangan Ovation of the Seas menjadi momentum positif bagi kebangkitan pariwisata Bali Utara, khususnya sektor kapal pesiar.
“Di penghujung tahun kita kedatangan kapal pesiar yang ke-13 bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang, yakni Ovation of the Seas yang dioperasikan Royal Caribbean. Kapal ini membawa penumpang 4.682 orang dengan kru sejumlah 1.536 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Buleleng bersama Pelindo terus berkolaborasi untuk meningkatkan kunjungan kapal pesiar ke Bali Utara melalui Pelabuhan Celukan Bawang.
Berbagai peningkatan infrastruktur juga telah dilakukan untuk menunjang kenyamanan penumpang.
“Ini merupakan momentum yang baik untuk kebangkitan wisata dari dermaga kedatangan di Celukan Bawang. Kami dan Pelindo sudah berkolaborasi. Tahun ini Pelindo melakukan pengerasan paving sebagian area parkir dan pembangunan terminal penumpang,” jelasnya.
Ke depan, potensi kunjungan kapal pesiar ke Bali Utara diprediksi semakin meningkat. Pada 2026 mendatang, sebanyak 22 kapal pesiar dijadwalkan singgah di Pelabuhan Celukan Bawang.
“Ini sangat menggembirakan karena pajak penumpang dari cruise untuk makan minum, transportasi, dan suvenir itu cukup lumayan. Rata-rata belanja mereka minimal Rp 1 juta per orang,” ungkap Dody.
Menurutnya, aktivitas tersebut menimbulkan efek berganda bagi perekonomian masyarakat Buleleng, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga destinasi wisata.
“Paling tidak pajak restoran masuk, retribusi objek wisata juga masuk. Ekosistem ini sangat menjanjikan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Buleleng,” tambahnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya