GEROKGAK, RadarBuleleng.id – Siswa di SMPN 4 Gerokgak batal melakukan upacara bendera. Penyebabnya lapangan upacara dipenuhi dengan material banjir.
Material tersebut memenuhi halaman sekolah. Termasuk hingga ke lapangan sekolah.
Praktis upacara bendera tidak bisa dilaksanakan. Namun kegiatan belajar mengajar, tetap terlaksana seperti biasa.
SMPN 4 Gerokgak yang terletak di Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak memang rutin mengalami banjir.
Setiap tahun sekolah selalu saja terkena banjir. Meski tidak sampai masuk ruang kelas, namun hal itu cukup mengganggu.
Bahkan beberapa tahun lalu, banjir besar sempat melanda sekolah. Penyebabnya tembok pagar di sisi selatan sekolah jebol tergerus air.
Kali ini sekolah digenangi lumpur, gegara hujan lebat mengguyur wilayah Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, pada Minggu (29/1/2024) sore.
Saat itu hujan membawa material berupa ranting pohon dari kawasan hutan. Ranting-ranting itu kemudian menumpuk tepat di seberang pintu masuk sekolah.
Ranting menumpuk karena selokan tidak mampu menampung ranting-ranting tersebut. Praktis air bercampur lumpur akhirnya meluber ke sekolah yang posisinya lebih rendah dari jalan.
Plt. Kepala SMPN 4 Gerokgak, Nyoman Mariasa mengungkapkan, gorong-gorong di dekat sekolah tersebut. Sehingga air meluap ke halaman sekolah.
“Airnya masuk sampai ke halaman dan areal parkir. Kalau ke kelas sih nggak ada yang masuk,” kata Mariasa.
Ia mengaku setiap musim hujan, sekolah yang dipimpinnya rutin terkena banjir. Masalahnya bukan sebatas sampah dan gorong-gorong yang sempit, namun juga debit air yang besar dari kawasan hulu.
Akibat peristiwa tersebut, aktivitas upacara bendera ditiadakan sementara waktu. Sebab lapangan upacara dipenuhi lumpur. Sehingga tidak bisa digunakan untuk upacara bendera.
“Lapangan upacara becek. Khusus hari ini kami tiadakan. Kalau aktivitas belajar masih tetap jalan seperti biasa,” katanya.
Rencananya pihak sekolah akan duduk bersama dengan pemerintah desa untuk mencari solusi terkait permasalahan tersebut.
“Mudah-mudahan kalau dari desa ada anggaran, nanti gorong-gorongnya bisa dibuat lebih lebar,” ujarnya.
Selain itu pihak sekolah juga akan melapor kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Sebab tembok pagar di sisi timur laut mulai miring karena tergerus air.
“Pondasinya sudah tergerus. Sementara sih masih aman. Nanti kami akan laporkan kepada dinas, mudah-mudahan ada jalan keluar,” ujarnya. (*)
Editor : Eka Prasetya