Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Unik! Mahasiswa Undiksha Buat Karya Prasi di Tengkorak Kepala Sapi

Francelino Junior • Jumat, 19 April 2024 | 15:05 WIB

Karya seni prasi di atas tengkorak kepala sapi yang dibuat mahasiswa Undiksha.
Karya seni prasi di atas tengkorak kepala sapi yang dibuat mahasiswa Undiksha.

SINGARAJA-Ide menciptakan sebuah karya memang bisa datang dari mana saja. Salah satunya yang dilakukan Satya Pradnyana, 22, mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha.

Ia menciptakan karya prasi di atas tengkorak kepala sapi.

Karya menarik ini dipamerkan dalam Pameran Tugas Akhir Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa bertajuk Upload ke Dunia Nyata pada Kamis (18/4) di Galeri Paduraksha Undiksha.

Bersama dengan karya 14 orang lainnya, karya seni milik Satya ini cukup menarik perhatian karena medianya menggunakan tengkorak kepala sapi.

Bukan dari bahan resin atau buatan, melainkan dari tengkorak sapi asli.

Pemuda asal Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan ini menuturkan pemilihan menggunakan tengkorak kepala asli, karena belum adanya karya yang memanfaatkan sisa-sisa tulang tersebut.

Hal ini yang kemudian menarik minat Satya untuk menorehkan karya menggunakan tengkorak.

“Tulang sapi ini saya ambil dari tempat pemotongan hewan di Tabanan. Bisa dibilang ini limbah, karena memang sudah tidak dimanfaatkan lagi. Jadi saya ambil tulang ini untuk gunakan sebagai karya,” ujarnya di sela-sela pameran.

Satya melanjutkan, pemilihan tengkorak ini juga diseleksi memperhatikan jenis kelamin dari sapi.

Ia memilih menggunakan tengkorak kepala sapi jantan dibandingkan sapi betina. Dengan pertimbangan struktur tulang pipi dan bentuk tanduknya.

“Saya pilih tengkorak sapi yang jantan. Kalau yang betina menurut saya kurang unik saya dari bentuk tanduk dan di bagian tulang pipi agak tirus,” jelasnya.

Dalam membuat karyanya itu, Satya mengaku sudah mempersiapkannya dari bulan September 2023 lalu.

Dengan menggunakan mesin bor tuner, ia menorehkan seni prasi dengan tema Dalem Balingkang.

Ia mengaku perbedaan ketebalan dan kepadatan tulang sempat menjadi kendala dalam melukiskan prasi. Apalagi seni prasi pada umumnya dilukiskan di atas daun lontar. 

Sebenarnya, seni prasi di tengkorak kepala sapi itu ada empat adegan. Tetapi, saat Satya mengikuti pameran di Grey Gallery Art Bandung beberapa waktu lalu, salah satu karyanya itu dibeli oleh pengunjung.

Sehingga kini karyanya itu tersisa tiga saja.

“Saya tidak ada keluarga pemahat, hanya ada seni tabuh saja,” jawabnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#pameran #Undiksha Buleleng #seni rupa