Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jadi Sekolah Pengimbas, SMPN 2 Singaraja Buat QR Code Tanaman

Francelino Junior • Sabtu, 25 Mei 2024 | 16:05 WIB
SMPN 2 Singaraja buat kode QR di tanaman. Ini sebagai upaya dan inovasi memperkenalkan dan menjaga lingkungan di sekolah.
SMPN 2 Singaraja buat kode QR di tanaman. Ini sebagai upaya dan inovasi memperkenalkan dan menjaga lingkungan di sekolah.

SINGARAJA-Cara unik dilakukan SMP Negeri (SMPN) 2 Singaraja dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan. Mereka melakukan inovasi dengan membuat Quick Response (QR) Code atau kode QR pada tanaman.

Untuk diketahui, SMPN 2 Singaraja resmi menjadi sekolah pengimbas bagi tiga sekolah, dalam rangka mengikuti Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten. Yakni menjadi pengimbas bagi SD Negeri (SDN) 1 Banyuasri serta SDN 1 dan 2 Banjar Tegal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Singaraja, I Gede Ariyasa, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui inovasi dan edukasi yang berkelanjutan. 

Selain mewujudkan SMPN 2 Singaraja menjadi sekolah dengan predikat Adiwiyata Mandiri, yang sebelumnya sudah mendapatkan predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

Pembuatan kode QR yang dipasangkan pada tanaman di halaman sekolah, tujuannya agar siswa dapat mengetahui jenis-jenis tanaman yang ditanam. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini, sehingga sangat sejalan dengan pendidikan.

“Penggunaan QR code pada tanaman, dapat membantu siswa mengenal lebih dekat jenis-jenis tanaman yang ada di lingkungan sekolah," ujar Ariyasa pada Jumat (24/5).

Selain pemasangan kode QR, Ariyasa mengatakan pihaknya juga mengajak siswa untuk membuat mural dari tutup botol plastik.

Dengan menggunakan ribuan tutup botol plastik berwarna-warni, kemudian disusun menjadi gambar menarik dan edukatif.

Selain memberikan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekolah, juga bertujuan mendorong pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni yang bernilai.

“Pemanfaatan limbah plastik seperti tutup botol untuk dijadikan mural adalah salah satu cara inovatif untuk mengurangi sampah anorganik,” lanjutnya.

Ariyasa mengharapkan, SDN 1 Banyuasri serta SDN 1 dan 2 Banjar Tegal dapat mengimplementasikan metode serupa di sekolah masing-masing.

Tentu ini untuk menciptakan kesadaran lingkungan yang lebih luas dan mendalam di kalangan siswa dan warga sekolah. ***

Editor : Donny Tabelak
#Code #SMPN 2 Singaraja #pelestarian lingkungan #inovasi