Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali Mandara Kembali Jadi Sekolah Berasrama. Pj. Gubernur Bali dan Kadisdikpora Enggan Beri Penjelasan

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 4 Juni 2024 | 04:30 WIB

 

BALI MANDARA: Proses PPDB di SMKN Bali Mandara beberapa tahun lalu.
BALI MANDARA: Proses PPDB di SMKN Bali Mandara beberapa tahun lalu.

RadarBuleleng.id - SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara dipastikan kembali menjadi sekolah berasrama bagi warga miskin di Bali.

Mantan Gubernur Bali, Wayan Koster sempat mengubah status kedua sekolah itu menjadi sekolah reguler pada tahun ajaran 2022/2023.

Namun pada tahun ajaran 2024/2025, Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya mengembalikan status sekolah itu menjadi sekolah berasrama khusus warga miskin.

SMAN Bali Mandara dan  SMKN Bali Mandara pun sudah mulai melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Nama-nama siswa yang diterima akan diumumkan pada Sabtu (15/6/2024) mendatang.

Meski sudah pasti menjadi sekolah berasrama, Pemprov Bali masih enggan memberikan penjelasan resmi terkait perubahan status itu.

Baca Juga: Sah! Bali Mandara Kembali Jadi Sekolah Berasrama Bagi Warga Miskin

Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya tidak menjawab secara gamblang soal status Sekolah Bali Mandara yang kembali menjadi sekolah berasrama.

Saat ditemui awak media di GOR Lila Bhuana Denpasar pada Senin (3/6/2024), Mahendra Jaya memilih memberikan jawaban diplomatis.

Mahendra mengatakan, dalam proses PPDB, Pemprov Bali memprioritaskan siswa dengan kategori miskin ekstrem, disabilitas dan yatim piatu. 

Ia meminta siswa yang ekonominya miskin harus melanjutkan pendidikan di sekolah negeri, bukan sekolah swasta.

"Klaster miskin ekstrem, yatim piatu dan disabilitas wajib diterima sekolah negeri. Jangan sekolah swasta tapi di negeri," kata Mahendra Jaya. 

Ia juga mengingatkan dalam PPDB tahun ini, sekolah-sekolah harus memprioritaskan siswa miskin. Setelah siswa miskin, sekolah boleh menerima siswa dari jalur zonasi, baru kemudian jalur prestasi.

Saat ditanya lagi soal kepastian keberlangsungan SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara, Mahendra Jaya tidak menjawab secara gamblang.

"Jadi intinya seperti itu," jawabnya. 

Di lain sisi, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, KN Boy Jayawibawa juga enggan menjawab pertanyaan soal Sekolah Bali Mandara.

Boy memilih menghindar dan langsung masuk ke mobil dengan alasan mengejar Pj Gubernur Bali. 

Seperti diberitakan sebelumnya,  SMAN Bali Mandara dan  SMKN Bali Mandara dipastikan kembali menjadi sekolah berasrama.

Kepastian itu terlihat dari brosur PPDB bagi SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara.

Kedua sekolah itu telah memulai tahapan PPDB sejak awal April lalu. PPDB di sekolah tersebut dimulai dengan tahap pendaftaran pada 8-30 April 2024, masa home visit pada 13-18 Mei 2024, bootcamp pada 29-31 Mei 2024, serta pengumuman pada 15 Juni 2024.

Rencananya SMAN Bali Mandara akan menerima 150 orang siswa.  Demikian pula dengan SMKN Bali Mandara akan menerima 150 orang siswa. 

Bedanya di SMKN Bali Mandara siswa akan masuk pada 3 jurusan berbeda. Yakni jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), dan jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ppdb #smkn bali mandara #Bali Mandara #sman bali mandara #pendidikan #sekolah