Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kembali Jadi Sekolah Berasrama, Sugawa Korry dan Gede Suardana Siap Pasang Badan untuk Sekolah Bali Mandara

Eka Prasetya • Sabtu, 8 Juni 2024 | 03:13 WIB

 

BALI MANDARA: Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry (dua dari kanan) saat melakukan kunjungan ke SMAN Bali Mandara.
BALI MANDARA: Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry (dua dari kanan) saat melakukan kunjungan ke SMAN Bali Mandara.

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - SMAN Bali Mandara dan SMKN Bali Mandara dipastikan kembali menjadi sekolah berasrama bagi warga miskin.

Sebelumnya, kedua sekolah tersebut berubah menjadi sekolah reguler.

Perubahan dari sekolah berasrama menjadi sekolah reguler, terjadi saat era Gubernur Bali Wayan Koster.

Kini, Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengembalikan kedua sekolah itu menjadi sekolah berasrama.

Baca Juga: Sah! Bali Mandara Kembali Jadi Sekolah Berasrama Bagi Warga Miskin

Jumat (7/6/2024) pagi, Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry melakukan kunjungan ke sekolah yang terletak di Desa Kubutambahan, Buleleng itu.

Kunjungan itu juga dilakukan oleh Pemerhati Pendidikan Bali, Gede Suardana. Keduanya diterima Kepala SMA Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati.

“Saya sangat terkejut melihat bahwa SMA/SMK Negeri Bali Mandara kembali beroperasi sebagai sekolah berasrama seperti dulu,” kata Sugawa Korry di hadapan kepala sekolah dan para guru. 

Menurut pria asal Banyuatis itu, Sekolah Bali Mandara sangat diperlukan anak-anak miskin di Bali. 

“Kita mesti mengawal sekolah ini agar terus berlanjut. Sekolah yang sudah baik harus terus dilanjutkan,” ujarnya. 

Baca Juga: Bali Mandara Kembali Jadi Sekolah Berasrama. Pj. Gubernur Bali dan Kadisdikpora Enggan Beri Penjelasan

Sementara itu, Pemerhati Pendidikan Bali Gede Suardana menyatakan bahagia sekolah ini bisa kembali menjadi sistem berasrama. 

“Keberhasilan memperjuangkan kembalinya SMA Bali Mandara adalah hasil dari perjuangan rakyat Bali. Senang sekali akhirnya perjuangan selama dua tahun akhirnya sekolah ini hidup kembali,” ujarnya. 

Ia menyampaikan perjuangan mengembalikan SMAN Bali Mandara dilakukan dan didukung banyak pihak. Mulai dari FKPP (Forum Komunikasi Peduli Pendidikan) Bali, ormas Persadha Nusantara, mahasiswa, alumni Smanbara, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Khusus SMAN Bali Mandara telah melakukan proses rekrutmen siswa (PPDB) dari kalangan anak miskin. 

Pihak sekolah telah menyeleksi sebanyak 174 siswa dari seluruh wilayah kabupaten di Bali. Siswa terbanyak berasal dari Buleleng sebanyak 60 persen dan Karangasem 20 persen. Siswa lainnya berasal dari kabupaten lain. 

Pengumuman hasil dari proses penerimaan siswa baru akan disampaikan pada pertengahan 15 Juni mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Bali Mandara #pendidikan #sekolah #buleleng