SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ratusan siswa SMP di Buleleng terancam putus sekolah. Alasan mereka putus sekolah pun cukup mencengangkan.
Fakta itu terungkap setelah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mendata siswa-siswa SMP yang ada di Buleleng.
Disdikpora Buleleng sebenarnya memiliki program Posko Drop Out (Posko DO). Siswa SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP, didatangi. Mereka langsung diminta sekolah.
Meski sudah masuk sekolah, perjalanannya tidak selalu lancar. Bahkan ada 181 orang siswa SMP yang terancam DO.
Alasannya pun bermacam-macam. Ada yang mengaku bekerja, menikah, bahkan ada juga yang memang tidak punya niat sekolah.
“Kalau alasan karena faktor ekonomi sih tidak ada. Karena sudah banyak program yang menyentuh mereka. Baik program pusat maupun daerah,” kata Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi.
Baca Juga: Jaring Siswa Tercecer, Disdikpora Buleleng Buka Posko Drop Out
Ariadi mengatakan, pihaknya kini masih berupaya melakukan pendampingan kepada siswa-siswa tersebut.
Harapannya, lewat pendampingan Disdikpora, siswa bersedia melanjutkan kembali pendidikannya.
Nantinya Disdikpora akan melakukan pendekatan yang lebih personal dan mendalam kepada peserta didik yang terancam putus sekolah, serta kepada orang tua mereka.
Pihaknya meyakini bahwa dengan memahami akar permasalahan yang dihadapi oleh setiap individu, solusi yang tepat dan berkelanjutan dapat ditemukan.
Namun apabila siswa ngotot ingin berhenti sekolah, maka Disdikpora telah menyiapkan skema lain.
“Kami akan dorong mereka ikut kejar paket B. Meski bekerja, mereka tetap melanjutkan pendidikan dengan jam yang lebih fleksibel. Tapi sebelum itu, kami tetap minta mereka kembali ke sekolah dulu,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya