RadarBuleleng.id - Siswa di SMP Negeri 1 Denpasar menunjukkan inovasi mereka dalam mengolah sampah organik.
Sampah organik dari banten pejati yang umumnya digunakan dalam upacara adat di Bali, disulap menjadi beragam produk bernilai tinggi.
Adapun produk yang dihasilkan berupa briket ramah lingkungan, minyak Virgin Coconut Oil (VCO), sunscreen alami, hingga biskuit penambah darah.
“Kami terinspirasi dari banyaknya sampah organik yang dihasilkan dari pejati. Sayang kalau hanya dibuang, padahal bisa dimanfaatkan,” ujar dua perwakilan siswa di SMPN 1 Denpasar, Ayu Ita dan Satria.
Untuk pembuatan briket, mereka memanfaatkan daun dan bunga bekas canang. Sampah tersebut dicampur dengan tepung kanji, serbuk kayu, air, serta bonggol jagung.
Campuran ini kemudian dibakar, disaring, ditumbuk, lalu dibentuk menggunakan lem dari kanji. Campuran dijemur selama dua hari hingga mengeras.
Sementara sunscreen alami dibuat dari kombinasi kulit pisang, telur, dan buah naga. Proses pengembangannya memakan waktu hingga enam bulan, mulai dari riset bahan hingga desain kemasan.
Seluruh proyek ini dikerjakan oleh 13 siswa yang terbagi dalam empat tim, di bawah bimbingan para guru.
Sejumlah produk sudah mencatat prestasi di ajang lomba, termasuk sunscreen dan biskuit penambah darah yang berhasil meraih medali.
Sedangkan briket dan VCO untuk pertama kalinya dipamerkan dalam Denpasar Education Festival (DEF) 2025 beberapa waktu lalu.
Produk sunscreen buatan siswa ini menarik perhatian pengunjung pameran. Meski belum dipasarkan secara luas, produk tersebut akan kembali diikutsertakan dalam kompetisi tingkat internasional di Thailand.
Tak berhenti sampai disitu, para siswa juga tengah merancang pengembangan briket menjadi dupa, sehingga bahan dari canang bisa kembali digunakan sebagai sarana sembahyang.
“Kami ingin mengubah limbah canang menjadi dupa, jadi bisa kembali dimanfaatkan untuk keperluan upacara,” jelas mereka.
Lewat inovasi ini, para siswa berharap bisa turut membantu mengurangi volume sampah organik yang mendominasi di tempat-tempat ibadah di Bali. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya