Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pelamar Sekolah Bali Mandara Membludak. Calon Siswa Wajib Jalani Boot Camp

Eka Prasetya • Rabu, 4 Juni 2025 | 01:17 WIB

 

SELEKSI: Para pelamar menjalani proses boot camp di SMKN Bali Mandara. Seleksi juga melibatkan interviewer dari pihak luar.
SELEKSI: Para pelamar menjalani proses boot camp di SMKN Bali Mandara. Seleksi juga melibatkan interviewer dari pihak luar.

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Para pelamar di SMAN Bali Mandara maupun SMKN Bali Mandara membludak. Mereka kini wajib menjalani proses boot camp.

Para pelamar datang dari seluruh Bali. Mereka mulai menjalani boot camp di SMAN Bali Mandara maupun SMKN Bali Mandara sejak Senin (2/6/2025) hingga Rabu (4/6/2025).

Di SMKN Bali Mandara misalnya. Pada tahap pendaftaran, sebenarnya ada sebanyak 307 orang pelamar ke sekolah tersebut. Seluruhnya berasal dari keluarga miskin.

Dari ratusan pelamar itu, sebanyak 65 persen diantaranya berasal dari Buleleng. Kemudian disusul Kabupaten Karangasem.

Tim kemudian melakukan verifikasi melalui mekanisme home visit. Guna memastikan para pelamar dari keluarga tidak mampu.

Hasilnya, ada 37 orang yang tidak memenuhi syarat. Sehingga hanya ada 270 orang yang diundang mengikuti boot camp.

Selanjutnya, 270 orang itu diseleksi lagi lewat boot camp. Sebab hanya ada 180 orang saja yang akan diterima.

“Kriteria di SMKN Bali Mandara itu bukan berprestasi. Syaratnya itu harus dari keluarga miskin. Sehingga yang bisa lolos hanya mereka yang masuk DTKS kategori desil 1 atau desil 2. Istilahnya miskin ekstrem dan miskin,” kata Kepala SMKN Bali Mandara, Ketut Susila Widiarsana, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga: RS Bali Mandara Siapkan Layanan Jantung Non-Bedah, Tapi Belum Bisa Diakses Pakai BPJS

Lebih lanjut Susila mengatakan, calon siswa wajib menjalani proses boot camp. Sehingga siswa maupun orang tua siswa mengenal pola kehidupan berasrama di sekolah.

“Kami kenalkan budaya berasrama. Karena ada yang saat boot camp ternyata anaknya tidak siap berasrama. Malah ada juga orang tua yang tidak siap anaknya tinggal di asrama,” imbuhnya.

Selama boot camp, pihak sekolah juga melibatkan pihak eksternal sebagai pewawancara. Guna memastikan proses seleksi berjalan dengan transparan.

Adapun mereka yang akan diterima di SMKN Bali Mandara akan tersebar pada tiga jurusan berbeda. Yakni Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), serta Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif (TKRO).

Sementara itu, di SMAN Bali Mandara ada 361 orang siswa yang melamar ke sekolah tersebut.

Namun setelah proses seleksi home visit, hanya sebanyak 225 orang saja yang bisa mengikuti proses boot camp

Nantinya setelah boot camp, hanya ada 150 orang siswa yang diterima sebagai siswa di SMAN Bali Mandara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #keluarga miskin #smkn bali mandara #Bali Mandara #pelamar #miskin #sman bali mandara #sekolah #DTKS #buleleng #home visit #boot camp #pendaftaran