Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cerita dari Unud: Tiga Sekawan Rebut Juara Nasional

Admin • Kamis, 12 Juni 2025 | 21:01 WIB

 

PRESTASI: Dari kiri, Nyoman Agus Jagat Raya, Yoga Kharan Deva, Dewa Hadi, dan Rosdiana pada kompetisi ilmiah.
PRESTASI: Dari kiri, Nyoman Agus Jagat Raya, Yoga Kharan Deva, Dewa Hadi, dan Rosdiana pada kompetisi ilmiah.

RadarBuleleng.id - Siapa sangka, di balik sosok mahasiswa keperawatan yang dulu lebih sering terlihat di lapangan basket, kini berdiri seorang juara nasional dalam ajang ilmiah bergengsi. 

Komang Yoga Kharan Deva, 22, mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas Udayana, sukses menyabet Juara 1 dalam Original Research Scientific Poster Competition yang digelar oleh Himpunan Perawat Kamar Bedah Indonesia (HIPKABI), pada 8–11 Mei 2025 lalu di Bandung.

Dalam kompetisi itu ia tidak bekerja sendiri. Dua rekannya turut mendukung, mereka adalah Dewa Hadi dan Rosdiana. Mereka bukan tim riset profesional. Dewa Hadi adalah mahasiswa, sedangkan Rosdiana merupakan perawat aktif penuh waktu di rumah sakit. 

Bagi Yoga, kompetisi yang ia ikuti penuh tantangan. Sebab ini debutnya berkompetisi pada ranah akademik. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai anak organisasi dan atlet kampus. Tapi kali ini, ia berkompetisi dengan membawa gagasan ilmiah, data, dan berbasis bukti.

Ketertarikannya berawal saat ia mengenal perawatan keperawatan perioperatif - bidang keperawatan yang fokus pada perawatan pasien yang menjalani operasi. “Dari sana saya akhirnya mendaftar,” cerita Yoga.

Pada kompetisi ini, ia akhirnya memilih fokus pada inovasi di bidang keperawatan kamar bedah.  Bersama tim, Yoga melakukan identifikasi terhadap isu-isu nyata yang dihadapi dalam praktik keperawatan sehari-hari. 

Mereka kemudian melakukan telaah pustaka menyeluruh guna untuk memastikan adanya celah penelitian inovasi berbasis bukti (evidence-based). Dari sana akhirnya tim sepakat menyusun desain poster yang menggabungkan kekuatan data, visualisasi, dan pesan ilmiah yang komunikatif. 

Di tengah jadwal akademik dan klinis yang padat, mereka harus menyusun proposal, mengurus izin etik, melakukan penelitian di lapangan, menganalisis data, dan menyusun poster ilmiah. Semuanya dalam tempo yang terbatas.

“Kami menyusun timeline yang realistis dan membagi tugas berdasarkan keahlian masing-masing,” jelas Yoga. 

Ia sendiri mengambil peran utama dalam penyusunan proposal dan analisis data. Rosdiana menangani logistik dan pengumpulan data, sementara Dewa Hadi bertanggung jawab atas desain visual poster. Kolaborasi ini berjalan mulus berkat komunikasi intensif dan semangat saling melengkapi.

Ketiganya suntuk mencari berbagai sumber referensi. Baik itu jurnal nasional terindeks SINTA hingga jurnal internasional yang masuk dalam database SCOPUS, PubMed, dan ScienceDirect. 

Mereka juga berdiskusi dengan Nyoman Agus Jagat Raya selaku dosen pembimbing. “Kami selalu berdiskusi intens dengan dosen pembimbing. Saran yang kami terima sangat menentukan arah penelitian kami,” tuturnya.

Waktu berlalu, poster pun siap. Poster ilmiah yang mereka hasilkan bukan hanya menyajikan data dan temuan, tapi juga menyentuh esensi komunikasi visual yang efektif. 

Mereka menyederhanakan bahasa ilmiah, menyisipkan grafik yang mudah dicerna, dan menggunakan ikon-ikon informatif agar pesan riset bisa sampai ke audiens awam maupun profesional. 

“Kami ingin poster ini tidak hanya ilmiah, tapi juga menarik dan komunikatif. Sehingga bisa dipahami orang awam,” kata Yoga.

Ketika pengumuman tiba, ternyata nama Yoga, Dewa Hadi, dan Rosdiana sebagai juara pertama. Yoga menyebut perasaannya saat itu campur aduk. Terkejut namun juga bangga.

“Saya tidak menyangka bisa menang. Dari awal, niat saya cuma ingin belajar dan menambah pengalaman,” katanya.

Pengalaman itu seketika mengubah pandangan Yoga terhadap riset. Dia semakin yakin bahwa penelitian bukan sekadar tugas kuliah atau kewajiban akademik. “Jika kita meneliti sesuatu yang kita minati, prosesnya jadi sangat menyenangkan. Penelitian bisa jadi cara kami memberi kontribusi nyata bagi dunia keperawatan,” ujarnya. (penulis: Ketut Ayu Mita Kusumaningsih)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#perawat #mahasiswa #jurnal #atlet #keperawatan #akademik #universitas udayana