Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

DPRD Bali Kritik Pemangkasan Dana Pendidikan di Bali. Program 1 Keluarga 1 Sarjana Tak Masuk Anggaran

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:22 WIB

 

Ilustrasi sarjana
Ilustrasi sarjana

RadarBuleleng.id – Program unggulan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta, yakni satu keluarga satu sarjana, menjadi sorotan Fraksi Golkar DPRD Bali. 

Pasalnya, program yang menyasar masyarakat miskin itu tidak tercantum dalam Rancangan Perubahan APBD 2025.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, Wayan Gunawan, menyayangkan absennya anggaran program tersebut. Padahal, program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Kami menyambut baik program satu keluarga satu sarjana karena menyasar masyarakat kurang mampu. Tapi setelah kami cermati, program ini belum mendapatkan alokasi dalam struktur rancangan perubahan APBD 2025,” ujar Gunawan.

Politisi asal Kabupaten Bangli itu juga menyoroti sejumlah pemangkasan anggaran yang dinilai tidak tepat sasaran. 

Salah satunya pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bali yang mengalami pengurangan sebesar Rp 39 miliar. Awalnya dinas tersebut mengelola anggaran Rp 1,967 triliun, lalu turun menjadi Rp 1,928 triliun.

Gunawan mempertanyakan apakah pemangkasan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang menekankan efisiensi anggaran. 

“Kalau memang karena Inpres Presiden Prabowo, kami ingin penjelasan. Karena efisiensi tentu tidak serta-merta memotong anggaran pendidikan,” katanya.

Hal serupa juga terjadi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, yang anggarannya dipotong sekitar Rp 4,4 miliar dari Rp 36,6 miliar menjadi Rp 32,2 miliar. Padahal, dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini justru membutuhkan kesiapsiagaan ekstra.

“Cuaca tidak menentu berdampak ke sektor pertanian, tapi justru anggaran bencana dipotong. Ini yang membuat kami mempertanyakan struktur anggarannya,” ujarnya heran.

Tak hanya itu, Gunawan juga menyoroti target Pendapatan Wisatawan Asing (PWA) sebesar Rp 400 miliar yang dinilainya terlalu rendah. 

Dengan kunjungan sekitar 6 juta wisatawan asing ke Bali, potensi pendapatan semestinya bisa mencapai Rp 900 miliar.

“Target Rp 400 miliar itu terlalu kecil. Kami buktikan dari laporan keuangan, seharusnya bisa mencapai Rp 700 miliar, bahkan sampai Rp 900 miliar,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #efisiensi #dprd #program #wakil gubernur #keluarga #anggaran #golkar #wayan koster #pendidikan #giri prasta #Disdikpora #politisi #apbd #sarjana #dprd bali