SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat.
Melalui tim dosen yang diketuai Dr. Nia Erlina, M.Pd., Undiksha mendampingi para guru di wilayah pesisir Bali Utara agar menjadi agen perubahan hidup sehat sekaligus penggerak pendidikan berkelanjutan.
Program yang berlangsung sejak 2 Juli hingga 20 September 2025 itu, digagas untuk menjawab dua tantangan besar di masyarakat.
Adapun tantangan yang dimaksud ialah meningkatnya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, serta belum optimalnya penerapan Education for Sustainable Development (ESD) di sekolah-sekolah.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim Undiksha mengembangkan model inovatif bernama SuBAT (Sustainability-Based Action Teacher).
Dengan dukungan aplikasi bernama Kodular, guru dilatih melakukan deteksi dini risiko kesehatan, menerapkan pola hidup bersih sehat, hingga menyusun pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan isu keberlanjutan.
Tidak hanya itu, para guru juga diajarkan memanfaatkan aplikasi Kodular untuk memantau kesehatan mereka secara mandiri.
Sementara di kelas, mereka menyusun portofolio ESD yang melibatkan siswa dalam proyek nyata terkait kesehatan dan lingkungan.
“Dengan guru yang sehat dan berdaya, sekolah bisa menjadi ruang belajar yang mendorong generasi muda hidup sehat, peduli lingkungan, dan siap menyongsong masa depan,” kata Nia Erlina.
Hasilnya, program tersebut terbukti meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat para guru sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya