Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ketatnya Seleksi OMI 2025. Hanya 484 Siswa dari 204 Ribu Peserta Raih Tiket Babak Nasional

Dianisa Damayanti • Minggu, 12 Oktober 2025 | 19:53 WIB

Para peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tengah mengikuti seleksi berbasis komputer (CBT) tingkat provinsi.
Para peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tengah mengikuti seleksi berbasis komputer (CBT) tingkat provinsi.

RadarBuleleng.id - Sebanyak 484 siswa terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia resmi lolos ke babak nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025.

Ajang ini menjadi puncak dari seleksi berjenjang yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) sejak pertengahan tahun, dengan tujuan mencetak generasi muda berprestasi yang mampu menggabungkan nilai-nilai keislaman dan sains modern.

Proses panjang menuju babak nasional ini dimulai dari tahap pendaftaran di tingkat kabupaten dan kota.

Berdasarkan data Kemenag, total terdapat 204.222 peserta yang mengikuti seleksi awal, terdiri atas 194.610 siswa dari madrasah dan 9.612 siswa dari sekolah umum.

Setelah melalui tahap verifikasi dan seleksi di tingkat provinsi, hanya 484 peserta yang berhasil meraih tiket menuju OMI Nasional 2025, menunjukkan ketatnya kompetisi di ajang ini.

Kegiatan OMI 2025 merupakan hasil penggabungan dua ajang besar, yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES).

Penggabungan ini diharapkan menciptakan sistem kompetisi yang lebih terintegrasi antara riset, inovasi, dan keilmuan sains.

Tema yang diusung tahun ini, “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”, menjadi arah baru pendidikan madrasah yang relevan dengan era transformasi digital.

Menurut keterangan Kemenag, babak nasional OMI akan digelar secara luring pada 10–14 November 2025.

Setiap provinsi mengirimkan perwakilan terbaik dari berbagai bidang sains yang sebelumnya disaring melalui tes berbasis komputer (CBT) di 555 lokasi se-Indonesia.

Para finalis akan bersaing dalam sejumlah bidang ilmu, menampilkan hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan di madrasah masing-masing.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, dalam keterangannya, menyebut OMI sebagai bagian penting dari Desain Besar Manajemen Talenta Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024.

“OMI bukan sekadar kompetisi, tapi wadah pembinaan talenta sains dan inovasi yang menanamkan nilai keislaman. Kami ingin melahirkan saintis-santri yang berdaya saing global,” ujarnya.

Selain menjadi ajang adu prestasi, OMI Nasional juga menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa madrasah mampu bersaing dengan sekolah umum dalam bidang sains dan teknologi.

Dengan semangat integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual, Kemenag menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berorientasi masa depan.

Babak nasional ini diharapkan melahirkan inovator muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter.

Para finalis akan menjadi contoh nyata bahwa generasi santri kini siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui riset, teknologi, dan inovasi berbasis nilai-nilai Islam.

Melalui OMI 2025, Kemenag menegaskan komitmennya untuk menjadikan madrasah sebagai pusat lahirnya ilmuwan muda yang berintegritas dan berdaya saing global yang berarti generasi “saintis santri Indonesia". (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#indonesia #penelitian #digital #madrasah #olimpiade #Peserta #kemenag #riset #kementerian agama #sekolah #OMI #sains #siswa #seleksi