Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kekurangan Ruang Kelas, SMPN 1 Kubutambahan Masih Terapkan Sistem Double Shift

Eka Prasetya • Minggu, 9 November 2025 | 20:19 WIB

 

BANGUN TOILET: Pekerja tampak mengerjakan pembangunan toilet di SMPN 1 Kubutambahan.
BANGUN TOILET: Pekerja tampak mengerjakan pembangunan toilet di SMPN 1 Kubutambahan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Masalah klasik kekurangan ruang belajar kembali mencuat di SMPN 1 Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Hingga kini, sekolah dengan 993 siswa itu masih harus menerapkan sistem belajar double shift karena jumlah ruang kelas belum mencukupi. 

Dari kebutuhan ideal 29 unit kelas, sekolah hanya memiliki 16 ruang kelas aktif.

Kepala SMPN 1 Kubutambahan, Nyoman Gelgel Subakat mengungkapkan, sekolahnya baru tahun ini kembali tersentuh program perbaikan infrastruktur setelah sekitar 20 tahun tidak mendapat rehabilitasi. 

Tahun ini, pihaknya menerima bantuan perbaikan ruang perpustakaan, satu ruang kelas baru, dan pembangunan dua unit toilet (enam bilik).

“Progres pekerjaan sudah mencapai lebih dari 75 persen dan hampir rampung. Ini pertama kalinya setelah puluhan tahun kami mendapat rehab,” ujar Gelgel, Selasa (4/11/2025).

Dana perbaikan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI senilai Rp 679 juta. 

Baca Juga: Rawan Tumbang, BPBD Buleleng Gencarkan Pemangkasan Pohon di Jalan Raya Singaraja-Seririt

Menurut Gelgel, kondisi perpustakaan sebelumnya sudah tidak layak digunakan karena atapnya jebol. 

Sementara usulan awal untuk membangun tiga ruang kelas baru hanya disetujui satu unit saja.

“Untuk menutupi kekurangan ruang, kami perbaiki sendiri bagian atap, plafon, dan instalasi listrik ruang lama agar bisa dipakai lagi sementara,” tambahnya.

Kendala utama lain yang dihadapi adalah terbatasnya lahan sekolah, sehingga pembangunan ruang baru ke depan diharapkan bertingkat dua lantai. 

Hal ini karena SMPN 1 Kubutambahan menjadi sekolah inti zonasi, yang melayani siswa hingga wilayah perbatasan Desa Bukti, Kecamatan Tejakula di timur, dan Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan di wilayah barat.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra yang meninjau langsung proses revitalisasi menegaskan, SMPN 1 Kubutambahan memang pantas menjadi prioritas tahun ini.

“Sekolah ini hampir seribu murid dan masih dua shift. Jadi, revitalisasi ruang kelas, perpustakaan, dan toilet sangat mendesak,” ujar Sutjidra.

Ke depan, Pemkab Buleleng juga akan memprioritaskan perbaikan ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, dan ruang wakil kepala sekolah yang kondisinya sudah rusak parah. 

Selain itu, Pemprov Bali direncanakan akan membantu pembangunan SMP baru di wilayah Desa Pacung, untuk mengurangi beban zonasi yang selama ini menumpuk di SMPN 1 Kubutambahan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #belajar #infrastruktur #rehabilitasi #zonasi #SMPN 1 Kubutambahan #rehab #pendidikan #ruang kelas #toilet #dana alokasi khusus #sekolah #buleleng #siswa #perpustakaan #Perbaikan #kelas #kementerian