Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Terkendala Cuaca, Revitalisasi SDN 4 Madenan Jadi Satu-satunya Proyek DAK yang Belum Rampung

Eka Prasetya • Senin, 12 Januari 2026 | 12:55 WIB

 

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Cuaca buruk menjadi kendala utama penyelesaian revitalisasi SDN 4 Madenan di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Sekolah tersebut tercatat sebagai satu-satunya dari 59 satuan pendidikan penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat tahun 2025 yang belum menuntaskan pekerjaan revitalisasi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, keterlambatan pengerjaan disebabkan kondisi cuaca yang kurang mendukung selama proses pembangunan berlangsung. 

Selain itu, SDN 4 Madenan masuk dalam tahap IV pelaksanaan, sehingga waktu pengerjaan relatif lebih singkat.

“Dari sisi penyelesaian memang ada yang memerlukan waktu sedikit lebih lama. Faktor utamanya cuaca,” ujar Surya Bharata, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan, progres revitalisasi SDN 4 Madenan seharusnya rampung pada 30 Desember 2025. Namun hujan yang kerap turun dalam durasi cukup panjang membuat pekerjaan tidak bisa diselesaikan sesuai target.

Sebagai bentuk kebijakan, penyedia proyek diberikan perpanjangan waktu selama 14 hari dan diwajibkan menuntaskan pekerjaan paling lambat 14 Januari 2026.

“Tidak ada sanksi di PKS (Perjanjian Kerja Sama). Yang ada hanya komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan. Mudah-mudahan bisa segera dituntaskan. Sekarang sudah berproses di 80 persen,” ungkapnya.

Surya Bharata menambahkan, pelaksana revitalisasi telah bekerja optimal di masing-masing satuan pendidikan. 

Kendala yang muncul semata-mata dipengaruhi faktor cuaca, khususnya hujan yang kerap turun hingga setengah hari dan menghambat aktivitas konstruksi.

Ke depan, Disdikpora Buleleng akan menjadikan keterlambatan tersebut sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah. Evaluasi difokuskan pada upaya antisipasi risiko cuaca dan kondisi geografis wilayah.

“Kami sudah melakukan pemetaan. Sekolah-sekolah di wilayah jauh dan dataran tinggi diupayakan mendapat PKS bantuan lebih awal,” jelasnya.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi hambatan distribusi material, mobilitas tenaga kerja, serta keterbatasan waktu pengerjaan, sehingga program revitalisasi sekolah ke depan dapat berjalan lebih efektif dan selesai tepat waktu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #cuaca #dak #revitalisasi #kubutambahan #Madenan #pendidikan #dana alokasi khusus #sekolah #Disdikpora #buleleng #pekerjaan