Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Imbas Sekolah Disegel, Siswa SDN 4 dan 5 Kubutambahan Numpang di Sekolah Lain. Belajar Siang Hingga Sore

Francelino Junior • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:57 WIB

 

PINJAM SEKOLAH: Siswa SDN 5 Kubutambahan yang kini menumpang belajar di SDN 2 Kubutambahan. Siswa terpaksa menumpang belajar karena sekolah mereka disegel.
PINJAM SEKOLAH: Siswa SDN 5 Kubutambahan yang kini menumpang belajar di SDN 2 Kubutambahan. Siswa terpaksa menumpang belajar karena sekolah mereka disegel.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ratusan siswa SDN 4 dan SDN 5 Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, kembali mengikuti pembelajaran tatap muka pada Rabu (21/1/2025).

Setelah sekolah sekolah mereka disegel sejak Senin (19/1/2026) dan pembelajaran dilakukan secara daring, kini mereka terpaksa menumpang belajar di sekolah lain.

Pantauan Radar Buleleng, siswa SDN 4 Kubutambahan dialihkan belajar ke SDN 3 Kubutambahan. Sementara siswa SDN 5 Kubutambahan menempati SDN 2 Kubutambahan. 

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pada siang hari, mulai pukul 12.30 WITA hingga sekitar pukul 18.00 WITA.

Meski kembali bisa belajar secara tatap muka, keterbatasan sarana prasarana menjadi tantangan. 

Salah satunya kekurangan bangku belajar akibat jumlah siswa yang tidak seimbang antara sekolah asal dan sekolah penampung. “Ada beberapa anak yang duduk satu bangku bertiga,” ujar Koorwil Pendidikan Kecamatan Kubutambahan, Made Sudarma.

Selain itu dokumen program belajar guru, tertinggal semua di sekolah. Para guru hingga kini tidak berani masuk ke areal sekolah.

Alhasil program belajar disiasati dengan meminjam modul yang ada di SDN 2 Kubutambahan dan 3 Kubutambahan.

“Setidaknya ada acuan belajar. Syukur-syukur siswa bawa modul belajar,” ujar Sudarma.

Perubahan lokasi dan jam belajar juga berdampak pada aktivitas siswa dan orang tua. Jika sebelumnya banyak siswa datang ke sekolah dengan berjalan kaki, kini mereka harus diantar karena jarak sekolah pengganti yang lebih jauh. 

Kondisi tersebut praktis menjadi salah satu keluhan orang tua murid. Meski demikian, pihak sekolah memastikan proses pembelajaran hari pertama berjalan lancar dan kondusif, meskipun dilakukan dengan sejumlah penyesuaian.

“Kaget karena sekolah ditutup. Tapi sekarang senang sekolah lagi, tapi jauh dari rumah. Diantar orang tua, biasanya jalan kaki ke sekolah,” kata Putri, siswa kelas VI SDN 5 Kubutambahan.

Seperti diberitakan sebelumnya, SDN 4 dan SDN 5 Kubutambahan disegel pada Senin (19/1/2026) akibat sengketa aset lahan sekolah. 

Akibat penyegelan tersebut, ratusan siswa sempat tidak bisa mengikuti pembelajaran tatap muka hingga akhirnya dialihkan sementara ke sekolah lain sambil menunggu penyelesaian dari pemerintah daerah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #SDN 4 Kubutambahan #belajar #kubutambahan #SDN 3 Kubutambahan #modul #SDN 5 Kubutambahan #tatap muka #pendidikan #sekolah #SDN 2 Kubutambahan #buleleng #siswa