Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dharma Santi Undiksha: Dorong Mahasiswa Adaptif, Padukan Nilai Hindu dan Teknologi

Eka Prasetya • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:42 WIB
DHARMA SANTHI: Agenda dharma santhi yang digelar KMHD Yowana Brahma Vidya Undiksha. (Undiksha)
DHARMA SANTHI: Agenda dharma santhi yang digelar KMHD Yowana Brahma Vidya Undiksha. (Undiksha)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menggelar Dharma Santi Penyepian, Kamis (26/3/2026). 

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa tersebut menjadi ruang refleksi bagi generasi muda Hindu untuk menjaga sekaligus mengembangkan nilai-nilai keagamaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Dharma Santi yang diinisiasi Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Yowana Brahma Vidya (KMHD YBV) Undiksha berlangsung khidmat, namun tetap menghadirkan nuansa diskusi intelektual. 

Acara tersebut menghadirkan Petajuh I Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Bagus Ketut Suarjata, sebagai narasumber utama.

Rektor Undiksha, Prof. I Wayan Lasmawan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. 

Ia berharap Dharma Santi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan dengan dampak yang lebih luas.

“Saya harap tahun depan ini bisa terwujud. Masalah pendanaan akan kami dukung,” tegasnya. 

Lasmawan menekankan, pemahaman ajaran Hindu perlu dikembangkan secara lebih progresif agar tetap relevan dengan perubahan zaman. 

Menurutnya, nilai-nilai agama tidak cukup hanya diwariskan, tetapi juga harus dipahami secara rasional dan kontekstual.

“Sebagai umat Hindu, kita harus memiliki pemahaman yang jelas, rasa bangga terhadap agama, serta kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan teknologi sebagai sarana penguatan nilai-nilai dharma. Teknologi, kata dia, bukan ancaman, melainkan peluang untuk memperluas pemahaman keagamaan.

“Ke depan, kita harus mampu membawa agama Hindu berkembang dalam balutan teknologi tanpa kehilangan esensinya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Lasmawan juga mendorong agar mahasiswa berani menggelar utsawa dharma gita tingkat nasional.

Sementara itu, Petajuh I MDA BAli, Ida Bagus Ketut Suarjata menilai tantangan umat Hindu saat ini salah satunya terletak pada penguasaan teknologi. Meski demikian, kekuatan budaya dinilai tetap menjadi fondasi utama yang menjaga eksistensi umat.

“Identitas kita adalah budaya. Karena itu, melalui lembaga pendidikan dan peran aktif mahasiswa, pemahaman terhadap agama, budaya, dan jati diri harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya implementasi ajaran agama secara bijak, dibandingkan memperdebatkan hal-hal yang tidak esensial. Menurutnya, keberlangsungan Hindu di Bali tidak lepas dari peran desa adat sebagai penopang utama.

“Agama Hindu bisa tetap ajeg karena ditopang oleh desa adat. Karena itu, peran desa adat harus terus diperkuat,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dharma santi #hindu #teknologi #generasi muda #undiksha #Desa adat #rektor #universitas pendidikan ganesha