Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kursi Sekolah di Buleleng Melimpah. Disdikpora Antisipasi Penumpukan Siswa di Sekolah Favorit

Francelino Junior • Rabu, 3 Juni 2026 | 04:10 WIB
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Ketersediaan kursi sekolah untuk Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Buleleng dipastikan lebih dari cukup untuk menampung seluruh lulusan yang akan melanjutkan pendidikan. 

Namun, di tengah melimpahnya daya tampung tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng masih menghadapi persoalan klasik, yakni penumpukan pendaftar di sejumlah sekolah yang berada di kawasan perkotaan.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan tantangan utama dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) saat ini bukan lagi kekurangan kursi sekolah. 

Justru yang menjadi perhatian adalah pemerataan distribusi siswa agar seluruh satuan pendidikan dapat terisi secara seimbang.

"Kalau dari sisi daya tampung tidak ada masalah. Semua lulusan bisa tertampung. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana persebaran murid bisa lebih merata," ujarnya.

Data Disdikpora menunjukkan daya tampung sekolah dasar negeri dan swasta di Buleleng mencapai 14.725 kursi. Jumlah tersebut jauh melebihi jumlah lulusan taman kanak-kanak tahun ini yang tercatat sebanyak 8.639 anak.

Kondisi serupa juga terjadi pada jenjang sekolah menengah pertama. Tersedia 12.966 kursi untuk menampung 10.915 lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP.

Dengan kapasitas yang tersedia, Disdikpora memastikan seluruh lulusan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan kuota sekolah.

Meski demikian, Surya Bharata mengakui masih ada kecenderungan masyarakat memilih sekolah-sekolah tertentu yang dianggap favorit, terutama di kawasan perkotaan. 

Akibatnya, sejumlah sekolah mengalami lonjakan pendaftar, sementara sekolah lain yang memiliki fasilitas memadai justru belum terisi optimal.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari perkembangan kawasan perkotaan yang terus menjadi pusat pertumbuhan permukiman baru. 

Pertambahan jumlah penduduk di wilayah tersebut berdampak pada meningkatnya konsentrasi calon peserta didik di sekolah-sekolah tertentu.

Disdikpora kini terus melakukan pemetaan kebutuhan layanan pendidikan untuk memastikan distribusi siswa dapat berlangsung lebih merata. 

Optimalisasi sekolah yang masih memiliki daya tampung besar juga menjadi salah satu strategi yang disiapkan.

Selain itu, sekolah swasta diharapkan turut berperan dalam mengurangi kepadatan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu sekaligus memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat.

"Kami mendorong sekolah yang masih memiliki ruang belajar untuk dioptimalkan. Sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan," kata Surya Bharata.

Sementara itu, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah resmi dimulai. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem unggah dokumen untuk jenjang TK, SD, dan SMP.

Meski demikian, bagi wilayah yang masih mengalami kendala jaringan internet, pendaftaran tetap dapat dilakukan secara luring melalui sekolah asal maupun sekolah tujuan.

Untuk jenjang TK, pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 30 Juni 2026. Sementara pada jenjang SD, calon peserta didik harus berusia maksimal 6 tahun per 1 Juli 2026 dan telah menyelesaikan pendidikan TK atau sederajat, kecuali bagi penyandang disabilitas.

Adapun pendaftaran SMP dibuka melalui beberapa jalur. Jalur prestasi berlangsung pada 2 hingga 5 Juni, jalur afirmasi pada 4 hingga 6 Juni, jalur mutasi pada 8 hingga 11 Juni, serta jalur domisili pada 10 hingga 20 Juni 2026.

Hasil seleksi seluruh jalur penerimaan siswa baru tersebut dijadwalkan diumumkan pada 27 Juni 2026 mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#spmb #pendidikan #Disdikpora #buleleng