Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ratusan Guru di Buleleng Dibekali Strategi Hadapi Generasi Alpha. Diminta Melek AI tanpa Tinggalkan Karakter

Francelino Junior • Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:28 WIB
TANTANGAN PENDIDIKAN: Suasana ajang Workshop Mandiri - Buleleng Excellent Teacher 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik, pada Sabtu (11/7/2026). (Pemkab Buleleng)
TANTANGAN PENDIDIKAN: Suasana ajang Workshop Mandiri - Buleleng Excellent Teacher 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik, pada Sabtu (11/7/2026). (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut dunia pendidikan ikut beradaptasi. 

Guru tak lagi cukup mengandalkan metode mengajar konvensional, tetapi juga harus mampu memahami karakter Generasi Alpha yang tumbuh bersama teknologi digital.

Pesan itu mengemuka dalam “Workshop Mandiri – Buleleng Excellent Teacher 2026” yang digelar ASTA Global, Sabtu (11/7/2026). 

Kegiatan tersebut diikuti ratusan tenaga pendidik dari berbagai jenjang di Kabupaten Buleleng sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru menghadapi tantangan pendidikan masa kini.

Acara yang dipandu Puteri Indonesia 2026, Firsta Yufi Amarta Putri, menghadirkan pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto serta Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, sebagai narasumber.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan perubahan karakter peserta didik harus diimbangi dengan perubahan cara mengajar. 

Menurutnya, mayoritas siswa saat ini merupakan digital native yang memiliki pola belajar berbeda dibanding generasi sebelumnya.

"Kalau kita masih mengajar dengan cara 10 tahun lalu, kita akan kehilangan murid. Saya titipkan kepada para guru agar menjadi pendidik yang melek digital, tetapi tetap berakar pada budaya lokal Buleleng," ujarnya.

Ia mendorong para guru memanfaatkan berbagai platform digital seperti Canva, Quizizz, hingga teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut, menurut Surya Bharata, harus tetap dibarengi dengan penanaman nilai-nilai karakter, cinta tanah air, serta pelestarian budaya lokal agar peserta didik tidak kehilangan jati diri.

Selain peningkatan kualitas pembelajaran, Disdikpora juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. 

Kepala sekolah diharapkan mampu menjadi pemimpin yang membangun budaya sekolah yang positif sehingga siswa dapat berkembang secara akademik maupun mental.

Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, turut mengingatkan pentingnya membangun karakter dan literasi digital sejak usia dini. 

Menurutnya, Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis yang tinggi sehingga membutuhkan pendampingan, bukan sekadar larangan.

"Anak-anak Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis dan emosional yang tinggi. Tugas kita, para pendidik dan orang tua, bukan sekadar melarang, tetapi membimbing mereka menggunakan teknologi dengan bijak. Kita harus memastikan mereka mengakses konten yang positif dan mampu mengelola emosi mereka dengan baik," katanya.

Ia juga mengajak para guru menjadi teladan dalam penggunaan teknologi, termasuk membatasi penggunaan gawai pribadi saat proses belajar mengajar berlangsung.

Menurut Wardhany, perhatian penuh dari guru kepada peserta didik saat berada di kelas jauh lebih penting dibanding sibuk menggunakan telepon genggam. 

Keteladanan tersebut diyakini akan membantu membentuk karakter sekaligus membangun hubungan yang lebih baik antara guru dan siswa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#guru #pendidikan #Disdikpora #buleleng