SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tingkat partisipasi pemilih di Buleleng pada Pemilu 2024 menyentuh rekor baru.
Pada Pemilu 2024, tingkat partisipasi pemilih di Buleleng mulai menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Meski belum mampu menyentuh target, kenaikan partisipasi pemilih menunjukkan publik mulai sigap berpartisipasi dalam pemilihan suara.
Merujuk data hasil rekapitulasi Pemilu 2024 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng, jumlah pemilih di Buleleng sebenarnya ada 611.901 orang.
Namun dari jumlah tersebut, yang menggunakan hak pilihnya hanya 463.063 orang. Terdiri dari 458.336 orang dalam Daftar Pemilih Tetap, 1.514 orang dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan 3.213 orang dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Bila merujuk data tersebut, maka jumlah pemilih di Buleleng meningkat menjadi 75,3 persen.
“Kalau dibandingkan 5 tahun lalu, trennya meningkat. Pemilu 2019, tingkat partisipasi 73,71 persen,” kata Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, Senin (4/3/2024).
Merujuk data KPU Buleleng pula, pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilih di Buleleng sebagian besar menyalurkan hak pilihnya untuk pasangan 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka alias Prabowo Gibran.
Selain itu suara juga disalurkan untuk pasangan 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD alias Ganjar Mahuf. Serta pasangan 01, Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias pasangan Amin.
KPU Buleleng juga mencatat, ada 10.930 suara yang masuk kategori tidak sah. Baik itu karena tidak dicoblos, dicoblos lebih pada satu kotak, atau dicoblos di luar kotak.
Lebih lanjut Dudhi mengatakan, pihaknya sudah berusaha melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat. Terutama pada masyarakat yang memiliki hak memilih.
Pihaknya telah menyasar seluruh segmentasi. Baik itu pemilih pemula, kalangan, muda, disabilitas, komunitas marginal, masyarakat lansia, termasuk komunitas adat.
“Kami rasa sudah sangat maksimal dalam melakukan upaya sosialisasi ke masyarakat,” katanya.
Hanya saja salah satu ganjalan utama adalah masyarakat belum menyadari untuk menggunakan hak mereka pada Pemilu.
“Apa yang sudah dicapai hari ini, itu yang jadi realitas dalam demokrasi di Buleleng saat ini,” katanya.
Adapun kecamatan yang tingkat partisipasi pemilihnya paling tinggi adalah Kecamatan Gerokgak dengan 80,65 persen.
Sementara yang paling rendah adalah Kecamatan Tejakula. Tingkat partisipasinya hanya 69,26 persen. (*)
Editor : Eka Prasetya