Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jelang Pilkada Buleleng 2024: PDIP Tak Mau Buru-Buru Terbitkan Rekomendasi. Klaim Masih Survei

Eka Prasetya • Jumat, 28 Juni 2024 | 00:52 WIB

 

TUNGGU REKOMENDASI: Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna.
TUNGGU REKOMENDASI: Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024, mulai bergulir.

Masa pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati Buleleng akan berlangsung pada 27-29 Agustus mendatang. Itu berarti waktu pendaftaran hanya tersisa dua bulan lagi.

PDI Perjuangan sebagai partai dominan di Buleleng tidak mau buru-buru dalam mengumumkan calon kepala daerah.

Hingga kini PDIP belum menerbitkan rekomendasi kepada kandidat yang akan diusung pada ajang Pilkada Buleleng.

Baca Juga: Pilkada Buleleng, Wayan Koster: PDIP Buka Peluang Koalisi dengan Parpol Lain

Asal tahu saja, PDIP Buleleng merupakan partai penguasa di DPRD Buleleng. Partai ini memiliki 18 kursi.

Dengan perolehan kursi tersebut, PDIP bisa mengusung calon secara mandiri. Mengingat syarat minimal untuk mengusung calon hanya 9 kursi.

Partai penantang PDI Perjuangan pun dikabarkan masih menanti sinyal dari PDI Perjuangan terkait tokoh yang akan diusung.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna mengaku dirinya belum tahu kapan rekomendasi akan diberikan oleh DPP Partai.

“Kita tunggu saja. Karena masih terus ada pencermatan,” kata Supriatna saat ditemui di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Kamis (27/6/2024).

Baca Juga: KIM Plus Usung Mantra-Mulia di Pigub Bali, Sugawa Korry: Head to Head dengan PDIP

Menurut Supriatna saat ini DPD PDI Perjuangan Buleleng dan DPP PDI Perjuangan tengah memantau situasi politik di Buleleng.

Partai juga disebut tengah menggelar survei internal, guna memastikan tokoh yang diusung memiliki elektabilitas.

“Saya selaku sekretaris DPC juga rutin melaporkan perkembangan dan situasi politik terkini di Buleleng kepada DPD,” ujarnya.

Lebih lanjut Supriatna mengatakan, kondisi politik di Buleleng sangat dinamis. Demikian pula di internal PDIP.

Ia menyebut tokoh-tokoh yang mendaftar bisa diplot untuk posisi apapun. Entah itu sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati.

“Biasa itu. Tergantung dari hasil pencermatan dan kondisi politik menjelang Pilkada Buleleng,” katanya.

Baca Juga: Ditutup, PDIP Buleleng hanya Terima Delapan Pendaftar Pilkada Buleleng

Lalu, benarkah rekomendasi calon bupati dan calon wakil bupati akan terbit pada Agustus mendatang? Kali ini Supriatna tidak memberikan jawaban secara gamblang.

“Saya kurang tahu kapan akan terbit, kita tunggu saja,” demikian Supriatna.

Asal tahu saja, saat ini di PDI Perjuangan Buleleng ada 8 orang yang mendaftar sebagai kandidat calon bupati maupun kandidat calon wakil bupati.

Mereka yakni Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDIP Buleleng, I Nyoman Sutjidra; tokoh pariwisata, Nyoman Arya Astawa; Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng, Ketut Putra Sedana; Anggota DPRD Bali, I Ketut Rochineng.

Kemudian ada nama Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna; Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya; Anggota DPRD Buleleng, Wayan Masdana; dan Ketua Bappilu Demokrat Bali, Dewa Nyoman Sukrawan. (*)

(*)

Editor : Eka Prasetya
#pdi perjuangan #rekomendasi #pdip #pilkada #bupati #Pilkada Buleleng #buleleng