Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gerindra Tunjuk Cawi jadi Wakil Ketua DPRD Buleleng. Susana Jadi Ketua Fraksi

Eka Prasetya • Selasa, 20 Agustus 2024 | 00:45 WIB

 

Illustrasi Partai Gerindra
Illustrasi Partai Gerindra

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPP Gerindra menunjuk Kadek Widana alias Cawi sebagai Wakil Ketua DPRD Buleleng.

Cawi yang juga Sekretaris DPC Gerindra Buleleng itu, akan bertugas sebagai Wakil Ketua III di DPRD Buleleng periode 2024-2029.

Selain menunjuk Cawi sebagai Wakil Ketua DPRD, DPP Gerindra juga menunjuk politisi asal Desa Tajun, Ketut Susana, sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Buleleng.

DPP Gerindra juga menginstruksikan keduanya melakukan konsolidasi dengan partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk melakukan koalisi di parlemen.

Baca Juga: Dua Kader Gerindra Buleleng Dipastikan Lolos ke DPRD Bali

Ketua DPC Gerindra Buleleng, Gede Harja Astawa mengatakan, rekomendasi soal penunjukan pimpinan dan ketua fraksi di DPRD Buleleng sudah terbit.

Rekomendasi dengan nomor 08-0132/Kpts/DPP-GERINDRA/2024 itu telah diserahkan oleh DPP Gerindra pada Minggu (18/8/2024).

“Rekomendasi sudah turun. Pak Kadek Widana sebagai Wakil Ketua dan Pak Ketut Susana sebagai ketua fraksi,” kata Harja, Senin (19/8/2024).

Sementara kader-kader Gerindra lainnya, menanti penugasan lebih lanjut dari partai. Adapun kader yang belum mendapat penugasan adalah Gede Suradnya dan Luh Marleni.

Pada periode 2019-2024, Gede Suradnyana mendapat penugasan sebagai Wakil Ketua II DPRD Buleleng. Sementara Luh Marleni sebagai Ketua Komisi III DPRD Buleleng.

Baca Juga: Bahas Pilkada Serentak, Sugawa Korry Temui Pimpinan Gerindra dan Nasdem

Menurut Harja, penugasan kedua politisi itu tergantung dengan dinamika politik yang terjadi di DPRD Buleleng.

Ia berharap partai-partai dalam KIM Plus, yakni Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat tetap berkomitmen dengan koalisi. Baik itu koalisi dalam Pilkada maupun koalisi dalam parlemen.

Apabila partai-partai KIM Plus berkoalisi, maka mereka berpotensi menjegal langkah PDI Perjuangan menguasai Alat Kelengkapan Dewan di DPRD Buleleng.

Dengan gabungan antara Golkar, Nasdem, Gerindra, dan Demokrat, maka KIM Plus menguasai 24 kursi di DPRD Buleleng.

Sementara PDI Perjuangan diproyeksikan berkoalisi dengan Hanura dan PKB, yang hanya memiliki kekuatan sebanyak 21 kursi.

Harja berkeyakinan, bila koalisi itu benar-benar dipertahankan, maka partai-partai KIM Plus akan menguasai seluruh alat kelengkapan dewan di DPRD Buleleng.

KIM Plus sekaligus berpotensi menumbangkan dominasi PDI Perjuangan dan koalisinya yang selalu menguasai alat kelengkapan di DPRD Buleleng sejak 1999 silam.

“KIM Plus ini juga kan koalisi permanen di parlemen. Saya berharap teman-teman dia koalisi komitmen untuk itu. Setelah itu kita lihat bagaimana dinamikanya seperti apa saat pembentukan AKD di DPRD Buleleng,” kata Harja. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #KIM plus #gerindra #buleleng