RadarBuleleng.id – Jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Hanura Bali yang diagendakan pada Juli 2025, suara kritis dari sejumlah DPC mulai mencuat.
Salah satu desakan paling keras datang dari DPC Hanura Buleleng. Hanura Buleleng bahkan secara terbuka menyampaikan mosi tidak percaya kepada Ketua DPD Hanura Bali, I Kadek Arimbawa alias Lolak.
Ketua DPC Hanura Buleleng, Gede Wisnaya Wisna menyebut lemahnya transparansi pengelolaan keuangan partai selama kepemimpinan Lolak.
Ia mengaku, selama bertahun-tahun DPC Buleleng rutin menyetor dana kontribusi ke DPD, namun pelaporan keuangannya tidak jelas.
“Kami setor terus. Tapi ketika dicek di pusat, angkanya berbeda. Selisihnya ratusan juta rupiah dan tidak pernah dijelaskan ke kami,” ungkap Wisnaya.
Tak hanya soal keuangan, Wisnaya juga menyinggung absennya rapat evaluasi pasca-Pemilu 2024, meski kondisi Hanura Bali dinilai memprihatinkan.
“Biasanya selesai Pemilu itu rapat evaluasi. Ini malah tidak pernah. Kita jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: Mantan Caleg Hanura Dilantik jadi Direksi Perumda Swatantra
Kritik serupa juga datang dari DPC Hanura Klungkung, Karangasem, serta organisasi sayap Lasmura dan Srikandi Hanura. Mereka menilai kepemimpinan Lolak mengalami kemunduran tajam, terbukti dari jebloknya perolehan kursi di Pemilu 2024.
Hanura Bali yang sempat meraih 16 kursi di DPRD kabupaten/kota, kini hanya bertahan dengan enam kursi, bahkan kehilangan kursi di DPRD Provinsi Bali.
“Kursi kami anjlok. Dulu waktu pemilihan, Ketua DPD berjanji siap mundur kalau gagal. Tapi buktinya sekarang malah diam,” tegas Ketua DPC Hanura Klungkung, Wayan Buda Parwata, yang juga Ketua Lasmura Bali.
Parwata juga menyebut, minimnya perhatian Ketua DPD terhadap konsolidasi internal partai menjadi faktor utama merosotnya performa Hanura Bali. Ia menuding Lolak lebih sibuk kampanye sebagai caleg DPR RI di Dapil Sulawesi Tengah.
“Ketua DPD malah sibuk ke Sulawesi Tengah. Bali tidak diperhatikan. Konsolidasi juga tidak jalan,” kritiknya.
Sementara itu, Sekretaris DPC Hanura Karangasem, I Nyoman Ginantra Artana, menyoroti kekosongan kepengurusan di Karangasem usai Ketua dan Bendahara mundur. Menurutnya, kondisi tersebut sudah dilaporkan ke DPD, namun tidak mendapat respons.
“Sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Hanura Karangasem jadi tanpa kepemimpinan. Ini juga jadi dasar mosi tidak percaya kami,” tegasnya.
Ketua Srikandi Hanura Bali, Wilis Rumsini, meminta evaluasi menyeluruh terhadap roda kepemimpinan di DPD Hanura Bali. Ia mendesak penyegaran di tubuh DPD agar partai kembali solid dan bangkit.
“Bukan soal pribadi. Tapi ini soal partai. Kalau mau bangkit, kita harus berani melakukan perombakan,” katanya.
Wilis juga menyinggung buruknya komunikasi internal. “Komunikasi antar kader tersendat dan tidak harmonis. Harus ada langkah tegas agar Hanura Bali kembali solid,” ujarnya.
Desakan mundur terhadap Kadek Arimbawa menguat seiring mendekatnya Musda. Para pengurus DPC dan fraksi juga menagih janji yang pernah disampaikan Lolak saat terpilih secara aklamasi, yakni mundur bila gagal menaikkan perolehan kursi.
Menanggapi desakan tersebut, Kadek Arimbawa menegaskan dirinya masih menjabat secara sah dan hanya Musda yang bisa mengganti kepemimpinan.
“Saya masih Ketua DPD Hanura Bali. Kalau mau ganti ya lewat Musda. Itu mekanisme partai,” ujarnya.
Ia juga membantah tudingan tidak aktif mengurus partai. “Saya tidak pernah meninggalkan partai. Informasi selalu saya bagi di grup. Jadi tidak benar kalau saya diam saja,” katanya.
Lolak menyebut kritik merupakan dinamika biasa menjelang Musda. Namun ia mengingatkan semua pihak untuk tetap mematuhi mekanisme organisasi.
“Silahkan kalau ingin perubahan. Tapi ikuti mekanisme partai. Musda itu tempatnya,” tegasnya.
DPP Partai Hanura disebut telah memantau perkembangan internal di Bali. Bahkan pada 11 Juni 2025 lalu, Waketum Bidang OKK DPP Hanura, Akhmad Muqowam dan Korwil VIII DPP Hanura, Brigjen TNI (Pur) Manofarianto turun ke Bali untuk menyikapi gejolak yang terjadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya