Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mengenang Sosok Politisi Ray Yusha: Pernah Tebar Uang Dari Helikopter, Rajin Turun Tiap Terima Aspirasi

Eka Prasetya • Minggu, 5 Oktober 2025 | 21:58 WIB

 

CEK LOKASI: Anggota DPRD Bali, Jro Nyoman Ray Yusha (kiri) saat mendatangi lokasi proyek pembangunan pura yang mangkrak di Desa Bila, Buleleng.
CEK LOKASI: Anggota DPRD Bali, Jro Nyoman Ray Yusha (kiri) saat mendatangi lokasi proyek pembangunan pura yang mangkrak di Desa Bila, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Nama politisi senior asal Desa Tajun, Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha dikenal sebagai sosok politisi yang fenomenal.

Ray Yusha mulai berkecimpung di dunia politik, setelah pensiun sebagai pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum.

Namanya naik daun pada tahun 2007 silam. Ketika ia memutuskan maju sebagai calon Bupati Buleleng, berpasangan dengan Ni Putu Febri Antari.

Saat masa pencalonan, ia sempat terbang ke Buleleng menggunakan sebuah helikopter.

Ketika itu ia membagikan uang dari atas helikopter. Adapun uang yang dibagikan merupakan pecahan Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, hingga Rp 50 ribu.

Semuanya ia lakukan pada masa pencalonan. Hanya beberapa hari menjelang masa kampanye dilakukan.

“Waktu itu masyarakat rebutan. Salah satu hal yang fenomenal jaman itu,” ungkap Wiratmaja salah satu warga Buleleng.

Namun pada Pilkada 2007, pasangan Ray Yusha-Febri Antari yang diusung Koalisi Bukit Sinunggal harus menerima kekalahan atas Putu Bagiada dan Arga Pynatih, dengan perolehan 81.373 suara.

Selepas menelan kekalahan, Ray Yusha bukannya menepi. Ia bergabung dengan Gerindra dan didapuk sebagai Ketua DPC Gerindra Buleleng.

Selanjutnya pada Pemilu 2014 ia memutuskan maju sebagai calon anggota DPR dari Provinsi Bali. Namun gagal.

Akhirnya pada Pemilu 2019 dia terpilih sebagai Anggota DPRD Bali dari daerah pemilihan Kabupaten Buleleng.

Ketua DPC Gerindra Buleleng, Gede Harja Astawa menyebut Ray Yusha sebagai politisi senior yang berdedikasi.

“Setiap menerima informasi dan aspirasi dari masyarakat, beliau selalu menyempatkan diri datang ke lokasi,” kata Harja.

Ray Yusha sendiri sempat menerima aspirasi terkait masalah Pekerjaan Umum. Salah satunya aspirasi warga Desa Banyupoh soal senderan sungai. Dia juga mendatangi relokasi pura di Desa Bila yang tak kunjung tuntas.

“Kami sangat kehilangan sosok panutan di partai,” ungkap Harja yang juga anggota DPRD Bali.

Seperti diberitakan sebelumnya, politisi asal Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha tutup usia karena mengalami sakit.

Ia dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah sejak Rabu (1/10/2025) karena mengalami luka pada lambung.

Pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 16.30 WITA, tim medis menyatakan Ray Yusha telah meninggal. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pensiun #dpr #kampanye #uang #politik #helikopter #RAY YUSHA #Tajun #gerindra #politisi #kementerian pekerjaan umum #buleleng #dprd bali #calon bupati