Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kecewa Komposisi Pengurus Baru, Mang Dauh Minta Kader Senior Dapat Tempat

Eka Prasetya • Rabu, 22 Oktober 2025 | 01:56 WIB

 

Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh (kiri) saat menerima KTA PDI Perjuangan.
Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh (kiri) saat menerima KTA PDI Perjuangan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinamika internal PDI Perjuangan Buleleng kembali menghangat. 

Seorang simpatisan senior partai, I Nyoman Arya Astawa, yang akrab disapa Mang Dauh, secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap susunan kepengurusan baru DPC PDI Perjuangan Buleleng.

Kekecewaan itu mencuat setelah bergabungnya kader-kader baru, yang langsung duduk dalam jajaran pengurus DPC PDIP Buleleng. 

Menurut Mang Dauh, langkah tersebut mencederai semangat perjuangan dan marwah partai yang selama ini dijaga oleh para kader lama.

“Sejak dulu saya berjuang bukan karena jabatan. Saya hanya ingin partai ini tetap tumbuh besar dan berpihak pada kaum marginal, sesuai marwah partai,” ujarnya.

Tokoh pariwisata di kawasan Lovina itu menilai, proses pembentukan pengurus baru terkesan tidak melalui pertimbangan matang. 

Beberapa nama, kata dia, menduduki posisi strategis meski belum memiliki rekam jejak jelas dalam membesarkan partai.

Ia juga menyebut, struktur baru DPC PDIP Buleleng kini lebih bernuansa plotting posisi ketimbang hasil kaderisasi yang sehat. 

Menurutnya, hal itu jauh dari cita-cita pendiri partai dan semangat ideologi kerakyatan yang menjadi roh perjuangan PDIP.

“Itu sudah diplot, orang ini duduk di sini, yang itu di situ. Lalu buat apa saya berkorban dan mendedikasikan diri selama puluhan tahun? Saya bahkan tidak pernah memakai hibah, semua dana pribadi untuk bantu membesarkan partai,” tegasnya.

Meski menyoroti keras dinamika di internal partai, Mang Dauh menegaskan dirinya tidak kecewa karena tidak masuk dalam struktur pengurus. Suaranya murni sebagai bentuk kepedulian terhadap arah perjuangan partai.

“Saya tidak menghendaki jabatan. Tapi kalau kondisi seperti ini bertentangan dengan hati nurani, saya harus bersuara. PDIP harus tetap berpihak pada rakyat kecil, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok,” tandasnya.

Kini, setelah setahun resmi memegang KTA sebagai kader partai—tepatnya sejak Mei 2024—Mang Dauh menyatakan akan rehat sementara dari politik. Ia memilih fokus pada kegiatan sosial dan usaha pribadinya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#simpatisan #pdi perjuangan #pdip #pengurus #pariwisata #partai #lovina #buleleng #kader #mang dauh