Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Teguran Koster ke Ketua DPRD Bali Viral, Politisi Buleleng Soroti Gaya Komunikasi Gubernur

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 15 April 2026 | 10:15 WIB
BERI SOROTAN: Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa (kiri) dalam sebuah acara bersama Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (kanan). (DPRD Bali)
BERI SOROTAN: Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa (kiri) dalam sebuah acara bersama Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (kanan). (DPRD Bali)

 

RadarBuleleng.id – Pernyataan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang viral di media sosial terkait tegurannya kepada Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, menuai sorotan. 

Respons datang dari Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali yang menilai cara komunikasi tersebut perlu dikritisi.

Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa, menyampaikan hal itu dalam pemandangan umum fraksi saat sidang paripurna di Kantor DPRD Bali, Selasa (14/4/2026). 

Ia menyoroti adanya perbedaan pernyataan antara Gubernur Bali dan Ketua DPRD terkait rencana pembangunan fasilitas pengelolaan sampah organik di Klungkung senilai Rp 400 miliar.

Menurutnya, perbedaan pandangan tersebut tidak berhenti pada pernyataan semata, tetapi berlanjut dengan teguran terbuka dari gubernur yang kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.

“Apakah teguran itu disampaikan dalam kapasitas sebagai pimpinan partai kepada kadernya? Atau dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan daerah?” ujar politisi asal Buleleng itu.

Harja menegaskan, dalam sistem pemerintahan daerah, gubernur dan DPRD memiliki kedudukan setara sebagai penyelenggara pemerintahan, dengan hubungan kerja berbasis kemitraan dan prinsip checks and balances. 

Karena itu, ia mempertanyakan dasar kewenangan gubernur dalam memberikan teguran kepada pimpinan DPRD.

“Bukankah jarak Kantor Gubernur dan DPRD tidak terlalu jauh? Jika ada kekeliruan dalam penyampaian pernyataan, bukankah hal tersebut bisa dikomunikasikan dan dikoordinasikan? Memang, kata koordinasi mudah diucapkan, tetapi sering kali dilupakan dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Menanggapi sorotan tersebut, Wayan Koster menegaskan hubungan dirinya dengan Dewa Made Mahayadnya tetap berjalan baik. 

Ia menyebut teguran yang disampaikan tidak dalam konteks pemerintahan, melainkan sebagai sesama kader partai.

Diketahui, Koster menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, sementara Mahayadnya merupakan Bendahara DPD PDIP Bali.

"Hubungannya baik-baik saja. Kan itu kader," ujarnya usai sidang paripurna. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #gubernur bali #wayan koster #buleleng #dprd bali