Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bisa Hemat Miliaran, Dewan Buleleng Usul Pangkas Sewa Mobil Dinas Hingga 50 Persen

Francelino Junior • Senin, 27 April 2026 | 13:10 WIB
MOBIL BARU: Dirut Perumda Swatantra, I Gede Bobi Suryanto mengecek mobil yang hendak digunakan untuk unit rent car.
MOBIL BARU: Dirut Perumda Swatantra, I Gede Bobi Suryanto mengecek mobil yang hendak digunakan untuk unit rent car.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – DPRD Buleleng meminta Pemkab Buleleng memangkas sementara anggaran sewa mobil dinas sebagai langkah efisiensi. 

Usulan tersebut mencuat di tengah tekanan ekonomi global dan dampak ketegangan di Timur Tengah yang turut memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM).

Wakil Ketua DPRD Buleleng, Kadek Widana, mengungkapkan saat ini Pemkab Buleleng menyewa sekitar 87 unit mobil dinas dengan total anggaran mencapai Rp 8 miliar per tahun. Menurutnya, angka tersebut masih bisa ditekan.

“Kalau dikurangi 50 persen saja, ada sekitar Rp 4 miliar yang bisa dihemat. Memang ada plus minusnya, apalagi sewa ini juga melalui BUMD yang menjadi pemasukan daerah. Tapi kondisi sekarang menuntut kita mengambil langkah yang berani,” kata politisi yang akrab disapa Cawi itu pada Minggu (26/4/2026).

Politisi Partai Gerindra asal Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar itu menilai efisiensi anggaran tidak cukup hanya sebatas imbauan. Ia meminta pimpinan daerah, termasuk bupati, memberi contoh nyata.

Cawi mengaku telah lebih dulu mengembalikan kendaraan dinas yang menjadi jatahnya sejak akhir Januari 2026 sebagai bentuk komitmen penghematan.

“Ini bagian dari dukungan kami terhadap efisiensi anggaran. Harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar langkah efisiensi tidak sekadar bersifat simbolis. Menurutnya, penggunaan kendaraan alternatif seperti sepeda motor atau sepeda kayuh hanya akan menjadi pencitraan jika tidak dilakukan secara konsisten.

“Jangan sampai hanya jadi konten. Sekali dua kali pakai sepeda, setelah itu kembali lagi ke mobil dinas. Lebih baik langsung kurangi saja jumlah sewanya,” tegasnya.

Cawi menilai kebijakan pengurangan sewa mobil dinas bisa dilakukan sementara hingga kondisi ekonomi membaik. Jika situasi sudah pulih, anggaran sewa dapat kembali ditingkatkan.

“Kalau ekonomi sudah bagus, silakan sewa lagi. Tapi sekarang ini yang penting berani dulu mengambil langkah,” katanya.

Ia juga menyinggung arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong penghematan anggaran, termasuk pengurangan perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.

Sebagai alternatif, Widana menyarankan agar kegiatan seperti studi banding tidak selalu dilakukan ke luar daerah. Pemkab bisa menghadirkan narasumber ke Buleleng untuk menekan biaya.

“Kalau bisa narasumbernya yang didatangkan ke Singaraja. Itu lebih efisien daripada rombongan besar keluar daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pengurangan sewa mobil dinas menjadi salah satu langkah cepat yang bisa dilakukan pemerintah daerah untuk menekan belanja di tengah kondisi yang belum stabil.

“Yang paling cepat dan realistis, kurangi dulu penyewaan mobil itu,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #efisiensi #mobil dinas #pemkab buleleng #bbm