Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duet Politisi Buleleng Temui Investor Herbal India. Lirik Potensi Usadha Bali dan Pertanian Organik

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 5 Juni 2026 | 04:00 WIB
BERTEMU INVESTOR: Acharya Balkrishna (tengah), pendiri sekaligus CEO Patanjali Ayurved India, bertemu dengan dua politisi asal Buleleng. Mereka adalah Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (kanan) dan Anggota DPRD Bali, Somvir (kiri). (DPRD Bali)
BERTEMU INVESTOR: Acharya Balkrishna (tengah), pendiri sekaligus CEO Patanjali Ayurved India, bertemu dengan dua politisi asal Buleleng. Mereka adalah Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya (kanan) dan Anggota DPRD Bali, Somvir (kiri). (DPRD Bali)

 

RadarBuleleng.id – Potensi tanaman obat tradisional dan pertanian organik di Kabupaten Bali mendapat perhatian dari pelaku industri kesehatan dunia. 

Kali ini, perhatian datang dari Acharya Balkrishna, pendiri sekaligus CEO Patanjali Ayurved, salah satu perusahaan herbal terbesar di India.

Pengusaha itu bertemu dengan dua politisi asal Buleleng yang kini duduk di DPRD Bali. Mereka adalah Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya dan Anggota DPRD Bali, Somvir.

Pertemuan itu membahas peluang kerjasama di bidang pengembangan tanaman herbal, pertanian organik, pendidikan, hingga riset kesehatan menjadi topik utama pembahasan. 

Peluang tersebut dinilai sangat strategis. Sejumlah wilayah di Bali, termasuk di Buleleng, memiliki kawasan pertanian dan perkebunan yang masih luas. 

Sejumlah desa juga selama ini mempertahankan budidaya tanaman obat tradisional dan pertanian berbasis alam.

Acharya Balkrishna mengungkapkan ketertarikannya terhadap potensi tanaman herbal yang tumbuh di Bali. 

Menurutnya, kualitas tanaman obat di Pulau Dewata memiliki keunggulan tersendiri karena didukung lingkungan yang relatif masih terjaga.

Perusahaan yang dipimpinnya saat ini memproduksi lebih dari 2.000 jenis produk berbahan alami yang dipasarkan ke berbagai negara. 

Karena itu, ketersediaan bahan baku herbal berkualitas menjadi salah satu perhatian utama dalam pengembangan industri kesehatan berbasis alam.

“Total ada dua ribu lebih produk,” ujarnya saat memperkenalkan berbagai produk herbal yang dikembangkan perusahaannya.

Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya atau yang akrab disapa Dewa Jack, mengatakan Acharya Balkrishna secara khusus mengapresiasi kualitas tanaman herbal yang tumbuh di Bali. 

Bahkan, menurutnya, kondisi lingkungan yang relatif minim polusi menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

“Beliau sudah melihat langsung bahwa tanaman herbal di Bali sangat potensial. Lingkungannya masih terjaga sehingga tanaman tumbuh lebih murni dan berkualitas untuk kebutuhan industri kesehatan alami,” kata politisi senior PDI Perjuangan asal Buleleng tersebut.

Dewa Jack menilai peluang kerjasama ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bali, khususnya petani di Buleleng yang selama ini menjadi salah satu sentra pertanian terbesar di Pulau Dewata. 

Jika dikembangkan secara serius, sektor tanaman herbal dan pertanian organik dapat menjadi sumber ekonomi baru di luar sektor pariwisata.

Tak hanya di bidang pertanian dan kesehatan, pertemuan tersebut juga membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, pertukaran pelajar, serta pengembangan ilmu pengetahuan berbasis pengobatan tradisional.

Menurut Dewa Jack, Acharya Balkrishna merupakan sosok yang berhasil membangun ekosistem besar berbasis pendidikan, penelitian, pertanian organik, hingga industri herbal tanpa ketergantungan pada bahan kimia.

“Beliau mengelola lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, science, pertanian organik hingga industri herbal murni. Ini tentu menjadi sesuatu yang menarik untuk dipelajari dan dikembangkan bersama,” ujarnya.

Selain mengapresiasi potensi alam Bali, Acharya Balkrishna juga mengaku kagum terhadap masyarakat Bali yang mampu menjaga tradisi, budaya, dan nilai-nilai spiritual di tengah perkembangan zaman.

Menurut Dewa Jack, kekuatan budaya tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Bali, termasuk Buleleng, memiliki daya tarik tersendiri di mata dunia.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan itu, Acharya Balkrishna bahkan mengundang jajaran DPRD Bali untuk berkunjung langsung ke pusat pengembangan Patanjali Ayurved yang berada di kawasan Sungai Gangga, India.

Kedua pihak sepakat bahwa berbagai peluang kerja sama tersebut perlu ditindaklanjuti secara lebih konkret melalui kesepakatan formal. 

Harapannya, kolaborasi antara Bali dan India dapat membuka peluang baru bagi pengembangan pertanian organik, tanaman herbal, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #investor #india #herbal #buleleng