SERIRIT, RadarBuleleng.id - Seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa, mendadak mengamuk di depan SMPN 1 Seririt (Spenser), yang terletak di Jalan Udayana Seririt.
Aksi ODGJ itu meresahkan warga. Sehingga masyarakat meminta bantuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan evakuasi.
ODGJ tersebut diketahui berinisial S, 56. Dia mengaku berasal dari Kecamatan Simokerto, Surabaya.
Selama ini, dia indekos di wilayah Kecamatan Seririt. Namun pada Sabtu (14/12/2024) pagi, pria itu mendadak mengamuk.
Masalahnya, ODGJ itu mengamuk di depan sekolah. Sehingga membuat resah warga dan siswa di sekolah tersebut.
Warga akhirnya melapor kepada Seksi Trantib Kecamatan Seririt. Selanjutnya laporan diteruskan kepada Pol PP Buleleng.
Baca Juga: Ngamuk dan Bikin Resah, ODGJ Dibawa ke Bangli
Alhasil pada Sabtu pagi, ODGJ tersebut dijemput Pol PP. Selanjutnya dibawa ke Dinas Sosial Buleleng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan, menurut penuturan warga, ODGJ tersebut selama ini terlihat beraktivitas seperti biasa.
ODGJ itu terbiasa membawa sepeda motor. Namun pada Sabtu pagi, ODGJ tersebut mendadak mengamuk tanpa alasan jelas.
“Karena komunikasi tidak bagus, kami bawa ke RSUD Buleleng. Memang tim medis menyatakan ada gangguan jiwa,” kata Kariaman.
Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan RS Jiwa Provinsi Bali di Bangli untuk merujuk ODGJ tersebut. Harapannya ODGJ itu mendapat perawatan yang lebih layak.
Selanjutnya, Dinsos Buleleng menanti hasil komunikasi tim medis di RS Jiwa Bangli kepada ODGJ bersangkutan.
Harapannya, Dinas Sosial Buleleng bisa memfasilitasi kepulangan pria tersebut kepada keluarganya.
“Mudah-mudahan nanti mau diterima oleh keluarga. Karena selama ini ada beberapa orang yang lepas perawatan di RS Jiwa, justru tidak diterima oleh keluarganya,” demikian Kariaman. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya