Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lihat Warga Renovasi Rumah, Menteri PKP Langsung Beri Bantuan Tunai

Eka Prasetya • Rabu, 29 Januari 2025 | 15:41 WIB

 

BERI BANTUAN TUNAI: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (baju krem) saat mengunjungi Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Selasa (29/1/2025).
BERI BANTUAN TUNAI: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (baju krem) saat mengunjungi Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Selasa (29/1/2025).

SERIRIT, RadarBuleleng.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Buleleng, Selasa (29/1/2025).

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Ara itu menyempatkan diri melihat pengembangan perumahan bersubsidi di Bali Utara.

Dia juga melihat rumah warga yang mendapat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt.

Khusus di Desa Banjarasem, Maruarar Sirait melihat dari dekat perkembangan proyek BSPS di RT Rajatama, Banjar Dinas Yeh Anakan, Desa Banjarasem.

Di wilayah tersebut ada 46 orang warga yang mendapat bantuan. Seluruhnya merupakan komunitas nelayan.

Baca Juga: Menteri PKP Usul Perumahan Khusus Seniman di Bali

Saat melakukan kunjungan, Ara menyadari ada salah satu warga yang sibuk melakukan renovasi rumah.

Ia sempat menanyakan apakah renovasi itu bagian dari proyek BSPS. Pemilik rumah mengaku tidak mendapat BSPS dan melakukan renovasi mandiri.

Mendengar hal tersebut, Ara langsung memanggil ajudannya. Dia kemudian memberikan uang Rp 10 juta kepada pemilik rumah.

“Ini untuk tambah-tambah ya,” kata Maruarar Sirait. Hal itu pun langsung mendapat tepuk tangan dari warga sekitar.

Rumah itu merupakan milik Mursalin, 39, salah seorang nelayan di RT Rajatama.

Mursalin mengaku tidak mendapat program BSPS dari pemerintah. Dulunya rumahnya hanya berupa anyaman bambu dan atap daun kelapa.

“Saya nggak tahu kenapa tidak dapat. Saya juga nggak protes. Karena saya pikir kalau nggak dapat, artinya nggak rejeki,” katanya.

Ia menyebut, rumah  tersebut dihuni oleh dua keluarga. Dalam renovasi itu, dia membangun rumahnya secara mandiri.

“Sejauh ini sudah habis sekitar Rp 25 juta,” ujarnya.

Setelah mendapat bantuan tunai dari menteri, dia berencana menggunakan uang itu untuk tambahan membeli bahan bangunan.

“Ya rencananya dipakai untuk rabat lantai. Belum lagi beli loster. Mudah-mudahan selesai,” ungkapnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #menteri perumahan dan kawasan permukiman #maruarar sirait #menteri #rumah #seririt #perumahan #buleleng #nelayan aceh dipenjara karena selamatkan rohingya