Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Penarukan Angkut 187 Kilogram Sampah dari Sungai

Eka Prasetya • Selasa, 2 Juni 2026 | 04:27 WIB
BERSIHKAN SAMPAH: Warga bersama Sungai Watch melakukan aksi pembersihan sampah di sungai di wilayah Kelurahan Penarukan, Buleleng. Ratusan sampah berhasil diangkut. (Pemkab Buleleng)
BERSIHKAN SAMPAH: Warga bersama Sungai Watch melakukan aksi pembersihan sampah di sungai di wilayah Kelurahan Penarukan, Buleleng. Ratusan sampah berhasil diangkut. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Warga bersama pemerintah kelurahan dan komunitas lingkungan memilih turun langsung ke sungai untuk membersihkan sampah yang selama ini mencemari aliran air di kawasan tersebut.

Melalui Gerakan Bersih Sungai yang digelar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Penarukan, tepatnya di Jalan Setiabudi, Lingkungan Satria, Senin (1/6/2026), ratusan kilogram sampah anorganik berhasil diangkut dari sungai dan bantaran sekitarnya. Total sampah yang terkumpul mencapai 187,1 kilogram.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kelurahan Penarukan, Sungai Watch Station Buleleng, dan Krama Subak Yeh Taluh dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus menyemarakkan Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026.

Tak sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Lurah Penarukan, Desak Made Susanti, mengatakan aksi gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Semoga dengan kegiatan gotong royong ini, warga di seputaran Penarukan semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Susanti menambahkan, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih semata. 

Pihak kelurahan akan terus menggencarkan edukasi dengan melibatkan desa adat, banjar-banjar di wilayah Penarukan, Krama Subak, serta masyarakat sekitar.

Selain itu, berbagai langkah pencegahan juga mulai disiapkan. Mulai dari pemasangan spanduk himbauan hingga rencana pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik yang rawan dijadikan lokasi pembuangan sampah liar.

“Kami juga akan memasang spanduk sesuai instruksi pemerintah dan berupaya bersama desa adat untuk menyiapkan CCTV,” katanya.

Sementara itu, Station Manager Sungai Watch Buleleng, I Gede Duta Dharma, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini aktif melakukan berbagai upaya pencegahan sampah masuk ke sungai. Salah satunya melalui pemasangan jaring penangkap sampah dan patroli rutin.

Khusus di wilayah Kelurahan Penarukan, Sungai Watch telah memasang dua jaring sampah. 

Dari dua jaring tersebut, rata-rata sekitar 20 kilogram sampah berhasil ditangkap setiap hari sebelum terbawa lebih jauh ke aliran sungai.

Menurut Duta Dharma, keberadaan jaring tersebut sangat membantu menjaga kualitas aliran air, terutama untuk kebutuhan pertanian dan sistem subak agar tidak tercemar sampah.

“Kami siap berdiskusi lebih lanjut dengan Krama Subak jika memang diperlukan penambahan jaring sampah di lokasi lain,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sementara sampah anorganik sebaiknya disalurkan melalui layanan pengangkutan sampah yang tersedia di desa maupun kelurahan.

“Kalau sudah ada aturan dari Pergub atau Perda tentang pengelolaan sampah di Bali, tolong aturan itu ditaati demi lingkungan kita yang lebih bersih,” pesannya.

Duta Dharma menegaskan, Sungai Watch siap mendukung berbagai kegiatan gotong royong maupun aksi bersih-bersih yang digelar masyarakat. Baik di sungai, saluran air, maupun kawasan lain yang terdampak persoalan sampah.

“Mungkin masih ada yang nakal membuang sampah sembarangan. Tapi kalau ada kegiatan gotong royong lagi, kami siap membantu. Entah itu di sungai, pangkung, atau lembah. Yang penting ada tumpukan sampah, kami siap turun membantu,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#Sungai Watch #penarukan #gotong royong #sampah #buleleng