Turut Berduka Cita. Rumah Diterjang Banjir, Mahasiswa Undiksha Tewas Tertimbun Reruntuhan

Francelino Junior • Dipublikasikan Jumat, 12 Juni 2026 | 20:35 WIB
EVAKUASI: Proses evakuasi jenazah mahasiswa Undiksha yang sempat hilang tertimbun reruntuhan rumah karena diterjang banjir. (Kantor SAR Denpasar)
EVAKUASI: Proses evakuasi jenazah mahasiswa Undiksha yang sempat hilang tertimbun reruntuhan rumah karena diterjang banjir. (Kantor SAR Denpasar)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dilaporkan tertimbun reruntuhan rumah setelah terseret arus banjir yang menerjang kawasan Perumahan Griya Mahadewa, Desa Bakti Seraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (12/6/2026). 

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu, hujan deras menyebabkan banjir dan memicu aliran sungai di belakang rumah korban meluap dengan arus yang sangat deras. 

Sebagian bangunan rumah yang ditempati korban di Perum Griya Mahadewa Blok A4 bahkan dilaporkan tergerus banjir.

Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan laporan kejadian diterima pihaknya pada pukul 13.55 WITA dari seorang pelapor bernama Waskita.

“Info kejadian adanya 1 orang terseret arus banjir kami terima dari Bapak Waskita, diperkirakan kejadiannya sekitar pukul 12.30 WITA,” ujarnya.

Menurut informasi yang diterima Basarnas, warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian sesaat setelah korban terseret arus. 

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang untuk meminta bantuan pencarian.

Merespons laporan tersebut, Pos SAR Buleleng langsung mengerahkan delapan personel menuju lokasi kejadian. 

Tim ke lokasi kejadian dengan membawa sejumlah peralatan SAR air, peralatan medis, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.

“Kami langsung merespon cepat dengan memberangkatkan 8 orang personel Pos SAR Buleleng menuju lokasi kejadian,” imbuh Sidakarya.

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai dari titik korban diduga hanyut menuju arah utara hingga kawasan Pantai Indah. 

Di tengah proses pencarian, warga menyampaikan informasi bahwa korban kemungkinan masih berada di bawah timbunan material bangunan.

Petunjuk tersebut kemudian ditindaklanjuti tim gabungan. Setelah melakukan pemeriksaan dan pembongkaran material secara hati-hati, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 16.15 WITA dalam kondisi tertimbun reruntuhan rumah.

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Kondisi bangunan yang telah roboh masih labil dan berpotensi mengalami runtuhan susulan. Karena itu, petugas harus membongkar material bangunan secara manual dan bertahap.

“Kondisi bangunan tidak stabil sehingga evakuasi harus dilakukan secara perlahan. Kami melakukan pembongkaran manual agar aman bagi petugas maupun korban,” jelas Donny.

Setelah hampir satu jam proses evakuasi berlangsung, jenazah korban berhasil dikeluarkan dari timbunan pada pukul 17.05 wita. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Buleleng sesuai permintaan pihak keluarga.

Di sisi lain, kabar duka ini juga menyelimuti civitas akademika Undiksha. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undiksha, Prof.  I Ketut Sudiana membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswa aktif kampus tersebut.

Ricardo tercatat sebagai mahasiswa semester II Program Studi Ilmu Komputer, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, maupun lingkungan kampus tempatnya menimba ilmu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
mahasiswa undiksha baktiseraga banjir buleleng