Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kompak! Seniman Bali Utara Sepakat Bentuk Paguyuban Seniman Buleleng. Begini Misinya

Eka Prasetya • Selasa, 30 April 2024 | 03:18 WIB

 

KOMPAK: Pembentukan Paguyuban Seniman Buleleng di Padepokan Seni Dwi Mekar, pada Minggu (28/4/2024) malam.
KOMPAK: Pembentukan Paguyuban Seniman Buleleng di Padepokan Seni Dwi Mekar, pada Minggu (28/4/2024) malam.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Peristiwa batalnya seniman legendaris Buleleng tampil pada acara penutupan HUT Kota Singaraja ke-420, ternyata memberi angin positif bagi para seniman di Buleleng.

Para seniman yang selama ini menjalankan idealisme dan egoisme masing-masing dalam berkarya, kini semakin guyub.

Mereka lebur dan saling merangkul diri. Para seniman itu akhirnya sepakat membentuk Paguyuban Seniman Buleleng.

Pembentukan Paguyuban Seniman Buleleng itu berlangsung di Padepokan Seni Dwi Mekar, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng, pada Minggu (28/4/2024) malam.

Acara pembentukan paguyuban itu dihadiri berbagai kalangan, seperti seniman tabuh, tari, dalang, hingga musisi. Mereka berkumpul untuk menyatukan visi dan misi mereka.

Dalam pembentukan tersebut, para seniman sepakat menunjuk Ketua Padepokan Seni Dwi Mekar, Gede Pande Satria Kusuma Yudha sebagai Ketua Paguyuban Seniman Buleleng.

Pria yang akrab disapa Olit itu, akan memimpin paguyuban seniman hingga tahun 2029 mendatang.

Olit mengatakan, paguyuban tersebut akan menjadi wadah tukar pikiran bagi para seniman di Buleleng. 

Selain itu paguyuban seniman diharapkan dapat membangun pakem pementasan dalam seni tradisional maupun modern sesuai dengan standar pementasan.

"Di seluruh Bali, hanya Buleleng yang tidak memiliki wadah untuk seniman tradisional. Maka kami sepakat akan membentuk paguyuban. Paguyuban ini akan menjadi wadah untuk memayungi para seniman di Buleleng," ungkap Olit.

Olit menyadari menyatukan seniman dalam sebuah wadah paguyuban bukan hal yang mudah. Sebab setiap seniman memiliki idealisme sendiri-sendiri. 

Bersatu dalam wadah paguyuban bukan berarti para seniman melepas idealisme mereka. Olit meyakini idealisme para seniman yang beragam itu justru akan memberikan warna dan sudut pandang baru bagi para seniman.

"Idealisme yang sangat keras, tentu akan berubah menjadi Kristal yang indah dan mempercantik," ujarnya.

Terbentuknya Paguyuban Seniman Buleleng mendapat dukungan dari Ketua Paguyuban Seniman Bali, Komang Dedy Diana alias Tompel.

Ia mengapresiasi kebesaran hati para seniman Buleleng yang melepas egoisme masing-masing hingga akhirnya menyatukan diri dalam sebuah wadah paguyuban. 

Dia berharap paguyuban tersebut menjadi wadah bagi para seniman untuk bertukar ide, berkarya bersama, serta menjaga kelestarian pakem-pakem kesenian.

"Semoga paguyuban menjadi wadah untuk para seniman-seniman berkeluh kesah dan bangkit bersama," ujarnya. (*)

Editor : Eka Prasetya
#paguyuban seniman #seniman #gong kebyar #buleleng