Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Inspiratif! Disabilitas di Bali Bentuk Kretas Band

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 7 Juni 2024 | 01:48 WIB

KREATIF: Aksi para disabilitas yang tergabung dalam Kretas Band saat latihan di Denpasar.
KREATIF: Aksi para disabilitas yang tergabung dalam Kretas Band saat latihan di Denpasar.
 

RadarBuleleng.id - Aksi yang dilakukan para disabilitas di Bali benar-benar inspiratif dan kreatif.

Mereka menolak menyerah dengan kondisi disabilitas mereka. Sebaliknya,  mereka ingin membuktikan diri bahwa mereka punya potensi dan kreasi.

Aksi itu dilakukan para disabilitas itu dengan cara membentuk Kretas Band yang notabene akronim dari Kreativitas Band.

Mereka sudah beberapa kali tampil pada ajang-ajang festival,  kendati belum pernah merilis album.

Baca Juga: Ian Zat Kimia Bentuk Band Baru. Rilis Album Perdana Format Kaset Pita

Jawa Pos Radar Bali sempat bertemu dengan personel band ini saat mereka latihan di bilangan Denpasar, kemarin (5/6/2024).

Dalam latihan tersebut, mereka memainkan lagu Hari Bersamanya milik Sheila on 7. 

Drummer band ini, Putu Gede Diatmika menggebuk drum dengan energik. Sudah beberapa tahun dia menggeluti instrumen musik tersebut.

“Saya bisa otodidak  suka genre metal. ” kata Diatmika, kemarin. 

Ia mengaku sangat terinspirasi dengan Jrx, pentolan band Superman Is Dead (SID). 

Selama bergabung dengan Kretas Band, ia kerap tampil dalam acara festival, seperti DTIK Festival maupun Walk For Autism yang digelar belum lama ini.

Baca Juga: Disabilitas Bali Bersuara, Tuntut Pemenuhan Hak

Pelatih Kretas Band, Komang Jaya Saputra menuturkan, para personel band punya bakat. Mereka tidak menyadari bakat tersebut, sehingga perlu dieksplorasi dan diarahkan.

Selama empat bulan melatih, dirinya menyebut ada perkembangan yang sangat bagus dari anggota band ini.

“Ini sudah sangat bagus. Pertama manggung mereka hanya diam, sekarang sudah semangat lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Pusat Layanan Disabilitas Kota Denpasar, I Ketut Wardana mengatakan, kebanyakan anak yang dibina memiliki spektrum autisme. 

“Harapannya  mereka akan bisa mandiri di rumahnya. Berharap mereka juga  bisa ke sekolah formal atau reguler,” harapnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kreativitas #band #disabilitas