RadarBuleleng.id - Tradisi petik laut bukan hanya berlangsung di Jawa. Di Bali, tradisi serupa juga dilakukan. Terutama di kawasan pesisir.
Seperti di Desa Pengambengan, Jembrana. Tradisi itu digelar di kawasan pantai pada bulan Muharram dalam kalender penanggalan Islam.
Masyarakat setempat menggelar tradisi tersebut sebagai bentuk syukur kur dan doa atas limpahan rezeki hasil laut yang diterima selama setahun terakhir.
Seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Pengambengan. Mereka menggelar upacara petik laut dengan melarung sesaji.
Prosesi larung sesaji itu melibatkan 93 unit perahu berwarna-warni. Perahu-perahu tersebut juga sudah dihias.
"Kegiatan ini menjadi tradisi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut tiap memasuki bulan muharram," ujar Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman.
Menurutnya, prosesi larung sesaji merupakan puncak dari upacara petik laut. Jauh sebelumnya, sudah dilakukan serangkaian kegiatan, seperti pembacaan doa hingga pengajian. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya