Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kiprah Sanggar Anglocita Suara: Rekonstruksi Tari Cendrawasih Khas Buleleng, Jajaki Pementasan di Luar Negeri

Eka Prasetya • Rabu, 31 Juli 2024 | 21:45 WIB

 

TARI CENDRAWASIH: Tari Cendrawasih yang dipentaskan oleh Sanggar Seni Anglocita Suara saat pementasan seni di RTH Bung Karno beberapa waktu lalu.
TARI CENDRAWASIH: Tari Cendrawasih yang dipentaskan oleh Sanggar Seni Anglocita Suara saat pementasan seni di RTH Bung Karno beberapa waktu lalu.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sanggar Seni Anglocita Suara menjadi salah satu sanggar seni yang diperhitungkan di Buleleng.

Sanggar ini berhasil melakukan rekonstruksi terhadap salah satu tarian klasik khas Buleleng.

Tak hanya itu, anak didik mereka juga telah mampu pentas di luar negeri. Hanya saja kini peluang tampil di luar negeri makin sulit.

Baca Juga: Dari Bali ke Malaysia: Sanggar Seni Santhi Budaya Tampil di Festival Internasional

Sanggar Seni Anglocita Suara merupakan sanggar seni yang berada di Kelurahan Penarukan, Buleleng. Sanggar tersebut berdiri pada tahun 2015 silam.

Sanggar mulai melakukan proses penggalian, pelestarian, dan pengembangan seni di Bali Utara.

Salah satunya tari yang berhasil mereka rekonstruksi adalah Tari Cendrawasih khas Buleleng. Tarian itu sekaligus menjadi ikon sanggar tersebut.

Tak hanya itu, anak didik di sanggar tersebut juga pernah tampil dalam pertunjukan seni di Aula Hasanuddin Kuala Lumpur, Malaysia, serta Cunan Wedans di Korea Selatan.

Baca Juga: Kisah Pura di Tanah Jawa: Bermula Sanggar Pemujaan, Kini Jadi Pusat Ibadah Umat

Ketua Sanggar Seni Anglocita Suara, Putu Aldi Philberta Harta Celuk mengatakan, sanggar yang ia pimpin memang telah menghasilkan karya-karya.

Namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah proses regenerasi dan inovasi yang harus dilakukan dengan lebih cepat.

Menurutnya modernisasi memberikan peluang besar bagi proses regenerasi seni di Bali. Tentu saja hal itu harus diimbangi dengan menghasilkan karya dan ruang-ruang pementasan yang harus terbuka lebar.

"Meskipun telah banyak prestasi yang diraih, Sanggar Anglocita Suara masih menghadapi tantangan, seperti semakin sempitnya ruang tampil di luar negeri. Namun, sanggar tetap optimis dan terus berupaya memperluas jaringan kerjasama, termasuk dengan Duta Besar Indonesia di berbagai negara," katanya.

Aldi mengatakan, sanggar yang ia pimpin berkomitmen mengedukasi generasi muda agar mencintai seni budaya Bali. Sehingga dapat membawa seni karawitan khas Bali ke kancah internasional. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#seni karawitan #rekonstruksi #tari #Sanggar #seni #karawitan #buleleng