Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Wayang Wong Bukan Sekadar Tontonan, Tapi Warisan Leluhur yang Harus Dilestarikan

Eka Prasetya • Selasa, 1 Oktober 2024 | 17:27 WIB

 

WAYANG WONG: Kesenian Wayang Wong Tejakula saat dipentaskan di Puri Kanginan Buleleng.
WAYANG WONG: Kesenian Wayang Wong Tejakula saat dipentaskan di Puri Kanginan Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar sosialisasi hasil riset ekosistem Wayang Wong Tejakula. 

Sosialisasi tersebut berlangsung di Vilandra Resort, Buleleng, pada Senin (30/9).

Wayang Wong merupakan kesenian yang berasal dari Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng. 

Kesenian itu dikenal sebagai tari wali. Karena hanya dipentaskan pada upacara-upacara di pura maupun saat hari keagamaan.

Para penarinya mengenakan topeng sakral yang menggambarkan tokoh-tokoh dari kisah Ramayana, dan tampil diiringi gamelan. 

Selain sebagai tari wali, wayang wong juga dipentaskan sebagai tari balih-balihan. Dalam konteks balih-balihan, tapel alias topeng yang dikenakan para penari merupakan tapel duplikat.

Wayang Wong telah mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional, maupun WBTB Unesco.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika mengklaim selama ini Pemkab Buleleng aktif melestarikan kesenian lokal melalui berbagai program. 

Mulai dari pelatihan bagi seniman, festival seni, hingga dukungan finansial dan fasilitas bagi kelompok kesenian setempat.

Ia pun mengapresiasi upaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV melakukan upaya pelestarian kesenian wayang wong. 

"Melestarikan WBTB harus melibatkan kerja sama pemerintah, swasta, dan akademisi agar keberlanjutan kebudayaan tetap terjaga. Promosi kebudayaan adalah upaya penting yang terus kami dorong," ujar Wisandika.

Lebih lanjut Wisandika mengatakan, Wayang Wong bukan sekadar tontonan. Kesenian itu juga mengandung nilai-nilai moral dan budaya. 

"Wayang Wong bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga warisan leluhur yang kaya akan pesan moral," imbuhnya 

Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV, Abi Kusno, menegaskan pentingnya membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan. 

"Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 memberikan landasan hukum yang kuat untuk menjaga warisan budaya ini. Kebudayaan harus menjadi bagian dari ekosistem yang saling menunjang antara pelaku dan objek budaya dalam satu kawasan," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#tejakula #warisan #Wayang wong #kesenian #buleleng