Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Presiden Prabowo Bentuk Kementerian Kebudayaan. Begini Tanggapan Guru Besar Undiksha

Eka Prasetya • Minggu, 17 November 2024 | 22:14 WIB

 

BUDAYA: Guru Besar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha, Prof. I Nengah Suastika.
BUDAYA: Guru Besar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha, Prof. I Nengah Suastika.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Presiden RI, Prabowo Subianto membentuk kementerian khusus yang mengurusi kebudayaan.

Lembaga itu adalah Kementerian Kebudayaan, yang kini dipimpin oleh Fadli Zon.

Tadinya urusan kebudayaan merupakan bagian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pernah juga menjadi bagian dari Kementerian Budaya dan Pariwisata.

Pemisahan urusan kebudayaan menjadi sebuah kementerian khusus, mendapat apresiasi dari guru besar Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. I Nengah Suastika.

Baca Juga: Meburu dan Mapajar: Dua Tradisi di Bali yang Kini Mendapat Pengakuan Nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Pria yang juga Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha itu mengatakan, setidaknya ada 1.340 suku di seluruh Indonesia. Setiap suku punya budaya, adat, dan tradisi yang berbeda.

Untuk itu, sudah sewajarnya bila urusan kebudayaan diurus oleh kementerian tersendiri. Mengingat, adat, budaya, dan tradisi itu menjadi identitas masyarakat Indonesia yang majemuk.

Menurutnya budaya, adat, dan tradisi memiliki posisi strategis sebagai pondasi kehidupan masyarakat. 

Nilai-nilai sosial banyak terkandung dalam kehidupan masyarakat adat. Contoh sederhana adalah praktik gotong royong. Belum lagi tradisi lisan hingga struktur sosial berbasis adat. 

Baca Juga: Mahasiswa Jepang Belajar Seni dan Budaya ke Desa Pedawa, Buleleng

Masalahnya dengan arus modernisasi dan perkembangan teknologi, nilai-nilai budaya itu mulai memudar.

“Generasi muda kita lebih banyak bekerja di luar desa, sehingga pewarisan tradisi adat secara turun-temurun terhambat. Generasi muda cenderung lebih memilih budaya urban yang mereka bawa dari kota, sehingga eksistensi adat dan nilai-nilai tradisi mulai tergerus,” ujar Suastika dalam keterangan pers yang diterima RadarBuleleng.id pada Minggu (17/11/2024).

Prof. Suastika optimistis pembentukan Kementerian Kebudayaan akan memperkuat posisi kebudayaan Indonesia. Termasuk di dalamnya kebudayaan Bali. 

Kementerian ini diharapkan mampu memberikan proporsi yang lebih besar terhadap upaya pembinaan kebudayaan dan adat. Termasuk memberikan dukungan terhadap desa adat agar lebih mandiri. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kebudayaan #guru besar #pendidikan #undiksha #tradisi #budaya #Adat