RadarBuleleng.id - Berbagai jenis kesenian muncul di Bali. Baik itu seni pertunjukan maupun kesenian musik tradisional atau karawitan.
Di Desa Pupuan, Tabanan, ada kesenian yang unik. Kesenian itu bernama mandolin. Alat musik mandolin dipadukan dengan gamelan dan alat musik modern seperti gitar dan bass, sehingga tercipta harmoni yang khusus.
Kini mandolin masih lestari di Desa Pupuan. Salah satu sanggar yang masih melestarikan kesenian itu adalah Sanggar Seni Bungsil Gading.
Eksistensi mandolin sebenarnya dimulai pada tahun 1930-an silam. Alkisah, pada tahun 1930-an salah seorang sesepuh di Desa Pupuan bernama Pan Sekar memiliki seorang teman berlatar etnis Tionghoa.
Warga Tionghoa itu berasal dari Desa Temukus, Buleleng. Saat melancong ke Pupuan, pria ini membawa sebuah alat musik peti sejenis kecapi.
Pan Sekar kemudian mengamati alat itu. Dia kemudian terinspirasi membuat alat sejenis namun dengan sejumlah modifikasi.
"Kemudian oleh Pan sekar diubah bentuk dan cara memainkannya diubah seperti mandolin yang sekarang ini," ungkap Ketua Sanggar Seni Bungsil Gading, I Gede Made Wiartawan.
Wiartawan menuturkan, dulunya mandolin dimainkan berkolaborasi dengan perangkat gamelan. Sehingga terjadi akulturasi antara langgam musik karawitan Bali dengan musik dari China.
Lambat laun, terjadi regenerasi pemain gamelan di sanggar. Regenerasi itu juga memicu penyesuaian dengan alat musik modern.
Kini mandolin bukan hanya dikolaborasikan dengan gamelan. Tapi juga dikolaborasikan dengan alat musik modern seperti gitar, suling dan lainnya.
"Bisa disebut mandolin kekinian yang mengikuti perkembangan zaman," ungkap pria asal Pupuan itu.
Lebih lanjut Wiartawan mengatakan, memainkan alat musik mandolin tidak mudah. Seorang pemain harus hafal 12 tangga nada.
"Kalau berkesenian mengajarkan latihan alat musik mandolin kepada generasi muda latihannya tidak meski seminggu satu kali. Tapi harus ada kesepakatan, mengingat kesibukkan dan pekerjaan," bebernya.
Untuk pembuatan mandolin, bukan hal mudah. Mandolin harus dibuat secara mandiri menggunakan kayu ketewel dan kayu jati. Sementara senar dari alat musik mandolin terbuat dari tali rem.
Untuk mengatur senarnya memerlukan baut berulir. Sedangkan tombol nadanya memakai uang logam peser. Biasanya pembuatan mandolin memakan waktu minimal 2 minggu.
Asal tahu saja, mandolin telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya tak Benda (WBTB) sejak tahun 2021 silam lewat SK Penetapan Nomor 372/M/2021. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya