SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Adat Buleleng menggelar sejumlah lomba dalam peringatan Bulan Bahasa Bali.
Tahun ini, Desa Adat Buleleng menggelar dua mata lomba. Masing-masing lomba menyanyi gending rare bagi siswa TK, serta lomba membaca aksara Bali bagi siswa SD.
Lomba tersebut diikuti oleh perwakilan 14 banjar adat yang ada di seluruh wewidangan Desa Adat Buleleng. Seluruh lomba diselenggarakan di Sekretariat Desa Adat Buleleng.
Salah satu lomba yang jadi perhatian adalah lomba gending rare. Pada lomba tersebut, siswa TK menyanyikan berbagai lagu Bali.
Seperti lagu Ratu Anom, Juru Pencar, Curik-Curik, Putring Cening Ayu, Mejangeran, maupun Goak Maling.
Uniknya dalam lomba tersebut, salah seorang peserta sempat ngambek. Peserta menangis karena demam panggung.
Setelah diberi semangat, peserta itu bersedia naik ke atas panggung. Seluruh penonton pun memberikan semangat, sehingga peserta berhasil menyelesaikan lomba.
Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali Desa Adat Buleleng, Putu Mela Sari Dewi mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kedua jenis lomba tersebut.
Harapannya, pelajaran yang berkaitan dengan gending rare dan membaca aksara Bali masih dilaksanakan di sekolah-sekolah.
Ia mengakui, gending rare dan aksara Bali bisa saja ditinggalkan karena pesatnya perkembangan teknologi. Syukurnya, kini sekolah masih mempertahankan hal tersebut.
“Contohnya gending rare. Kami lihat di TK itu masih tetap diajarkan. Terutama saat hari Kamis,” katanya.
Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Jro Nyoman Sutrisna mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan para siswa TK dan SD. Alasannya untuk menanamkan cinta Bahasa Bali sejak usia dini.
“Terutama gending rare. Karena saat ini yang menggarap gending rare belum ada. Mudah-mudahan ini jadi pionir untuk mempromosikan lagu, karena sudah jarang terdengar,” demikian Sutrisna. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya