Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Majelis Desa Adat Provinsi Bali Terbitkan Edaran. Begini Aturan Perayaan Tumpek Wariga Saat Nyepi

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 13 Februari 2025 | 22:34 WIB

 

JELANG NYEPI: Paruman Sulinggih Hindu Drestha Bali yang diselenggarakan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali untuk membahas pelaksanaan tumpek wariga yang bertepatan dengan hari raya Nyepi.
JELANG NYEPI: Paruman Sulinggih Hindu Drestha Bali yang diselenggarakan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali untuk membahas pelaksanaan tumpek wariga yang bertepatan dengan hari raya Nyepi.

RadarBuleleng.id - Hari Suci Nyepi 1947 Caka yang jatuh pada Sabtu (29/3/2025) mendatang akan bertepatan dengan rahina tumpek wariga.

Tumpek wariga juga dikenal dengan berbagai istilah lain. Seperti tumpek pengarah, tumpek pengatag atau tumpek uduh.

Saat tumpek wariga, umat Hindu di Bali melakukan penghormatan terhadap alam. Tumpek wariga juga dikenal sebagai penanda, bahwa Hari Raya Galungan akan tiba dalam 25 hari kedepan.

Biasanya saat tumpek wariga umat akan melakukan persembahyangan di areal kebun atau sawah. 

Umat akan menghaturkan sesajen berupa canang serta bubur dari tepung beras kepada Dewa Sangkara, manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang menaungi tumbuh-tumbuhan.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan, pada peringatan Tumpek Wariga terdapat larangan menebang pohon maupun memetik buah.

Karena tahun ini tumpek wariga bersamaan dengan hari raya Nyepi, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali menerbitkan edaran Tata Titi Nyanggra Rahina Hari Suci Nyepi Caka Warsa 1947. 

Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Penyarikan Agung Majelis Desa Adat, Dewa Nyoman Rai Asmara Putra serta Bendesa Agung Majelis Desa Adat, Ida Penglingsir Putra Sukahet.

Dalam edaran tersebut, Majelis Desa Adat mengimbau agar seluruh rangkaian ritual Tumpek Wariga dilakukan secara sederhana, sesuai dengan prinsip subha dewasa pawukon alah dening subha dewasa sasih.

Oleh karena itu, piodalan atau pujawali yang bertepatan dengan Nyepi harus dilakukan dalam skala minimal. 

Rangkaian upacara dapat dimulai pada pukul 04.30 WITA dan harus diselesaikan sebelum pukul 06.00 WITA

Surat edaran ini merupakan hasil keputusan Paruman Sulinggih Hindu Drestha Bali yang digelar pada 6 Februari 2025 (Wraspati Wage Wuku Watugunung) bersama Majelis Desa Adat Bali. 

Paruman Sulinggih bertujuan untuk menetapkan ketentuan pelaksanaan upacara keagamaan Hindu Drestha Bali yang berkaitan dengan Rahina Suci Nyepi Penanggal Apisan Sasih Kedasa, Isaka Warsa 1947, yang jatuh pada Sabtu, 29 Maret 2025 (Saniscara Kliwon Wuku Wariga).

Nyepi sendiri merupakan hari suci untuk memuliakan alam dan menjaga keseimbangannya. Pada peringatan ini, masyarakat adat wajib menjalankan Catur Brata Penyepian yang mencakup amati karya (tidak bekerja), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian), serta amati lelanguan (tidak bersenang-senang). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #hari raya #Majelis Desa Adat #Tumpek Wariga #nyepi #Desa adat #mda