Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Penampilan Gong Kebyar Legendaris Tutup Kemeriahan Malam Apresiasi Seni HUT ke-421 Kota Singaraja

Eka Prasetya • Rabu, 9 April 2025 | 22:52 WIB

 

LEGENDARIS: Penampilan tari kekelik yang dibawakan oleh Sekaa Gong Giri Kusuma , Desa Bontihing, Buleleng.
LEGENDARIS: Penampilan tari kekelik yang dibawakan oleh Sekaa Gong Giri Kusuma , Desa Bontihing, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Malam puncak perayaan HUT ke-421 Kota Singaraja ditutup dengan penampilan istimewa dari sekaa gong legendaris.

Sekaa Gong Eka Wakya dari Banjar Paketan tampil mebarung dengan Sekaa Gong Giri Kusuma dari Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Kedua sekaa itu tampil dalam malam pamungkas pagelaran  seni serangkaian HUT ke-421 Kota Singaraja, di RTH Bung Karno, pada Selasa (8/4/2025) malam.

Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya membawakan dua kesenian. Masing-masing adalah Tabuh Dwikora dan Tari Gelatik.

Sekretaris Sekaa Gong Eka Wakya, Gede Arya Septiawan menjelaskan, kedua karya itu merupakan karya unggulan.

Tabuh Dwikora misalnya, terinspirasi dari peristiwa bersejarah tahun 1963–1964, ketika Indonesia menyatakan konfrontasi terhadap Malaysia. 

Karya tersebut pertama kali dipentaskan di Istana Tampak Siring oleh Mayor (Purn) I Gusti Agung Made Kertha—yang juga menjadi pencipta dan penata ulang karya tersebut. 

Sementara Tari Gelatik, yang diciptakan pada tahun 1987. “Waktu itu burung gelatik mulai langka karena eksploitasi. Tarian ini dibuat untuk mengingatkan kita agar menjaga kelestarian alam,” ungkap Arya.

Ia pun mengapresiasi Pemkab Buleleng yang memberikan kesempatan kepada para seniman legendaris untuk tampil kembali.

“Gong Kebyar Paketan sudah eksis sejak 1906 dan kini kami bangga masih bisa tampil, membawa semangat berkesenian dan karya-karya dari pendahulu kami,” katanya.

Sementara itu Sekaa Gong Giri Kusuma juga tampil tak kalah memukau. Sekaa Gong Giri Kusuma tahun ini akan menjadi duta Kabupaten Buleleng pada pagelaran Pesta Kesenian Bali (PKB), khususnya untuk kesenian gong kebyar legendaris.

Dalam pementasan Selasa malam, mereka menampilkan dua karya. Yakni Tari Kekelik dan Tabuh Pudak Sumekar. 

Tabuh Pudak Sumekar diciptakan tahun 1966 oleh seniman Made Keranca. Tabuh ini terinspirasi dari keindahan bunga pudak putih yang tumbuh di sekitar Pura Beji, Bontihing.

Sementara Tari Kekelik menyampaikan kisah burung besar yang angkuh dan suka menindas burung kecil. Tapi ketika para burung kecil bersatu, sang Kekelik pun takluk. 

“Kami, masyarakat kecil, merasa didengar. Ini sangat membangkitkan semangat untuk terus berkarya,” ujar Putu Sudiarsa, koordinator Sekaa Gong Giri Kusuma. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kota singaraja #sekaa gong #tari #pemkab buleleng #gong #tabuh bedug #gong kebyar #buleleng