Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Angkat Lakon Sampek Engtay, Sanggar Nong Nong Kling Hidupkan Kembali Kejayaan Drama Gong Banyuning

Eka Prasetya • Jumat, 4 Juli 2025 | 22:36 WIB

 

TETAP DIMINATI: Pementasan Sanggar Nong Nong Kling pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025. Mereka membawakan lakon Sampek Engtay.
TETAP DIMINATI: Pementasan Sanggar Nong Nong Kling pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025. Mereka membawakan lakon Sampek Engtay.

RadarBuleleng.id – Suasana Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, mendadak riuh penuh tawa dan haru, Kamis (3/7/2025). 

Ratusan penonton Pesta Kesenian Bali (PKB) 2025 larut dalam pertunjukan Drama Gong garapan Sanggar Nong Nong Kling, Kelurahan Banyuning, Buleleng.

Mereka menghidupkan kembali kejayaan Drama Gong Banyuning, dengan mengangkat lakon Sampek Engtay.

Disajikan dengan gaya kekinian tanpa meninggalkan akar tradisi, pertunjukan tersebut berhasil menyuguhkan hiburan bagi penonton. Sekaligus mengundang gelak tawa.

Koordinator Sanggar, Nyoman Suardika mengatakan, pementasan tersebut merupakan upaya menjaga sekaligus memperbarui seni pertunjukan tradisional agar tetap dekat dengan generasi masa kini.

“Kami ingin menyampaikan nilai-nilai klasik lewat pendekatan yang segar dan relevan, tanpa menghilangkan esensi ceritanya,” ujar pria yang akrab disapa Mang Epo tersebut.

Menurutnya, Sanggar Nong Nong Kling telah melakukan persiapan Februari 2025. Lebih dari 75 orang terlibat dalam produksi. Termasuk para aktor, penabuh, tim artistik, penata rias, hingga kru pendukung lainnya. 

Ia mengaku sengaja mengangkat kisah Sampek Engtay sebagai lakon utama. Lakon tersebut membuat Drama Gong Banyuning melejit, hingga penampilannya terus dinanti.

Kisah tersebut bermula dari kisah Sampek, seorang pria yang ingin melanjutkan pendidikan ke Hangciu. 

Dia bertemu dengan Engtay, adalah seorang perempuan yang menyamar sebagai pria. Sampek pun mengetahui bahwa Engtay sebenarnya seorang wanita.

Kebersamaan selama tiga tahun menuntut ilmu menumbuhkan benih cinta, namun hubungan keduanya terhalang oleh perjodohan. Tragedi pun terjadi ketika Engtay memilih menyusul Sampek ke alam baka.

“Kami bukan hanya mengangkat kisah roman saja. Tapi ada juga kritik sosial yang kami bungkus dengan humor khas Bali,” kata imbuhnya.

Lewat pementasan tersebut, Sanggar Nong Nong Kling membuktikan bahwa seni drama gong masih tetap relevan dan diterima masyarakat. Bahkan bisa dinikmati lintas generasi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pesta kesenian bali #Lakon #taman budaya #Banyuning #drama Gong #Sanggar #pkb #sampek engtay #penonton #pertunjukan #buleleng