RadarBuleleng.id - Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2025 kembali menghadirkan suguhan seni yang memesona. Salah satunya datang dari Sanggar Seni Manik Uttara, asal Desa Giri Emas, Kabupaten Buleleng, Bali.
Mereka sukses mencuri perhatian penonton di panggung utama Ardha Candra, Art Center Bali, Minggu (6/7/2025).
Sanggar Seni Manik Uttara menjadi duta gong kebyar wanita Kabupaten Buleleng. Mereka menggarap tiga buah karya.
Masing-masing Tabuh Telu Lelambatan "Maha Usadi", Tari "Utara Giri", dan Tari "Sandhya Gita Grojogan Denbukit". Ketiganya mengangkat filosofi, kearifan lokal, dan kekayaan alam khas Denbukit.
Garapan pembuka, adalah tabuh Maha Usadi. Tabuh ini mengangkat komposisi tabuh telu lelambatan yang menggambarkan konsep penyembuhan dan harmoni antara manusia dengan alam.
Judulnya sendiri berarti “pengobatan agung,” yang menggugah kesadaran akan keseimbangan hidup.
Baca Juga: Tampil Perdana di PKB 2025, Barong Ket Buleleng Usung Nuansa Khas Bali Utara
Tari Utara Giri dan Sandhya Gita Grojogan Denbukit melanjutkan eksplorasi tematik tentang kekayaan Buleleng.
Khususnya Sandhya Gita Grojogan Denbukit, yang terinspirasi dari kemegahan air terjun sebagai ikon geografis sekaligus sumber daya alam unggulan wilayah utara Bali.
Menurut I Kadek Sefyan Artawan, pendiri sekaligus pelatih Sanggar Manik Uttara, seluruh proses persiapan dimulai sejak Januari 2025. Sementara formasi penabuh telah disusun sejak Juli 2024.
“Yang tampil semua adalah anak-anak binaan sanggar. Mereka mulai dari nol, tetapi punya dasar seni yang kuat. Progres mereka luar biasa,” ujar pria yang akrab disapa Dek An itu.
Menurut Dek An, setiap karya tidak hanya menjadi media ekspresi, tapi juga bentuk pengabdian terhadap budaya lokal.
“Kami ingin setiap gerak, ritme, dan harmoni yang disuguhkan di panggung adalah cermin dari semangat Buleleng,” imbuhnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya