Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tari Magerumbungan Massal Warnai Pembukaan Buleleng Festival 2025

Eka Prasetya • Selasa, 19 Agustus 2025 | 01:21 WIB

 

KOLOSAL: Tari magerumbungan yang ditarikan oleh 150 orang penari. Tarian tersebut menjadi pembuka Buleleng Festival 2025.
KOLOSAL: Tari magerumbungan yang ditarikan oleh 150 orang penari. Tarian tersebut menjadi pembuka Buleleng Festival 2025.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Buleleng Festival (Bulfest) 2025 resmi dibuka, Senin (18/8/2025) malam, di kawasan Tugu Singa Ambara Raja, Singaraja. 

Pembukaan ajang seni budaya terbesar di Buleleng ini berlangsung meriah dengan penampilan Tari Magerumbungan massal yang melibatkan 150 penari dari 13 sanggar se-Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika mengatakan, Tari Magerumbungan dipilih sebagai pertunjukan pembuka karena sarat makna dan filosofi. 

“Untuk pembukaan Buleleng Festival 2025 ini kami menampilkan Tari Magerumbungan massal dengan 150 penari. Mereka terbagi dalam 50 kelompok, satu kelompok berisi tiga orang,” jelasnya.

Wisandika menerangkan, Tari Magerumbungan memiliki filosofi erat dengan kehidupan masyarakat agraris di Buleleng. 

Gerakan tari ini melambangkan kerja sama dalam membajak sawah, wujud syukur atas anugerah Tuhan, sekaligus semangat kebersamaan untuk mencapai tujuan. 

“Tari ini bukan sekadar simbol pertanian, tetapi juga mengandung nilai seni dan budaya, serta semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Buleleng,” imbuhnya.

Persiapan penampilan Tari Magerumbungan massal ini dilakukan selama satu bulan, termasuk gladi yang digelar sehari sebelum pembukaan festival. 

Asal tahu saja, Tari Magerumbungan merupakan tari tradisional yang diciptakan oleh seniman tari Ketut Artika dari Desa Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.

Tari tersebut diciptakan pada tahun 1990-an silam. Dalam proses penciptaan, Artika bekerjasama dengan mendiang  I Nyoman Durpa sebagai penata tabuh.

Dahulu, Tari Magerumbungan juga dilengkapi dengan gending yang diciptakan oleh almarhum Gde Dharna. Namun kini gending dalam tarian tersebut sudah jarang dinyanyikan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kebudayaan #Tugu #pertanian #sawah #bulfest #seni #budaya #buleleng festival #agraris #buleleng #Singa Ambara Raja #festival