SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Suasana di Desa Adat Nagasepaha, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (5/11/2025), tampak berbeda dari hari biasanya.
Puluhan krama negak atau krama malinggih—yakni warga yang sudah menjalankan kewajiban adat dan spiritual—tampak mengenakan pakaian adat seragam. Mereka bersiap ngayah dalam tradisi sakral Ngigel Desa.
Tradisi ini merupakan bagian dari piodalan agung di Pura Kahyangan Tiga, sebuah ritual dua tahunan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas kelancaran pujawali.
Tidak seperti hari-hari biasa, Pura Desa Nagasepaha sore itu dipenuhi suasana meriah dan penuh haru.
Warga tidak hanya datang untuk sembahyang, tapi juga menanti sesolahan Ngigel Desa yang diperankan langsung oleh para krama lanang (laki-laki).
Prosesi dimulai ketika para penari dipendak (dijemput) oleh krama saye di Balai Banjar dengan iringan tetabuhan baleganjur.
Mereka kemudian diarahkan menuju Bale Panjang di Pura Desa untuk sembahyang sebelum pentas.
“Ketika krama sudah duduk di Bale Panjang, tidak boleh ke mana-mana. Semua kebutuhan mereka dilayani oleh krama saye. Setelah itu baru diperkenankan masesolahan,” jelas Jro Mangku Made Darsana, Kelian Desa Adat Nagasepaha.
Darsana menuturkan, Ngigel Desa bukan sekadar hiburan, tapi bentuk suwud syukur atas pelaksanaan pujawali di Pura Kahyangan Tiga.
Tradisi tersebut juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga, sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.
“Ngigel Desa wajib dilaksanakan bagi krama negak sebagai ungkapan syukur atas yadnya yang telah berlangsung,” tambahnya.
Salah satu penari, Ketut Restana Asta, 33, mengaku sempat gugup sebelum tampil. Ini adalah kali pertamanya ikut ngayah dalam Ngigel Desa.
“Awalnya deg-degan, tapi setelah dijalani, astungkara lancar. Tidak ada persiapan khusus, hanya menyiapkan mental dan fisik sejak lima hari lalu,” ujarnya sambil tersenyum lega.
Penampilan para krama pun disambut antusias warga. Ada yang menonton dengan khidmat, ada pula yang tersenyum bangga melihat sanak saudaranya turut ngayah. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya