RadarBuleleng.id - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 untuk alokasi Oktober hingga Desember mulai masuk ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Nilai yang diterima mencapai Rp 600.000 per keluarga. Sejumlah daerah melaporkan saldo sudah masuk sejak awal Desember, menandakan penyaluran berjalan semakin luas dan terkoordinasi.
Selain BPNT, masyarakat juga menerima tambahan berupa BLT Kesra sebesar Rp 900.000, berikut bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Kombinasi ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi keluarga penerima menjelang akhir tahun.
Kekhawatiran mengenai masa berlaku Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lama kembali menjadi perbincangan.
Penjelasan resmi memastikan bahwa KKS terbitan tahun 2017–2021 tetap sah digunakan selama data penerima masih terdaftar valid dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Tidak ada kewajiban mengganti kartu baru bila datanya sinkron.
Proses pencairan dipantau melalui bank-bank anggota Himbara, yakni BRI, BNI, Mandiri, serta BSI.
Berbagai laporan menunjukkan dana sudah masuk di sejumlah wilayah seperti Darmaja, Sumedang, melalui penyaluran BRI pada 1 Desember.
Hal ini menegaskan bahwa pencairan tahap ini berlangsung serentak di berbagai daerah.
Penyaluran telah berjalan secara bertahap sejak akhir Oktober, namun distribusi massal secara nasional mulai berlangsung pada 30 November.
Pemerintah menargetkan penyelesaian pencairan maksimal pada 15 Desember.
Dengan total lebih dari 18,3 juta keluarga penerima, proses distribusi dilakukan bertahap untuk menjaga ketepatan data dan penyaluran.
Ada empat penyebab utama saldo belum masuk pada sebagian penerima. Pertama, penyaluran bertahap sehingga waktu penerimaan tidak serentak.
Kedua, masih ada data lama yang belum sesuai dengan DTKS.
Ketiga, beberapa KKS belum aktif atau tengah mengalami proses migrasi dari layanan Pos Indonesia ke bank Himbara.
Keempat, Surat Perintah Membayar (SPM) untuk data tertentu belum diterbitkan.
Penerima disarankan memastikan sinkronisasi data kependudukan, terutama NIK dan Kartu Keluarga, melalui Dukcapil.
Selain itu, penerima perlu rutin memeriksa status kepesertaan agar tidak terhambat oleh kendala administratif. Validasi data menjadi langkah penting agar bantuan dapat terus tersalurkan tanpa hambatan.
Pengecekan status penerima dapat dilakukan melalui laman resmi cekbansos.go.id.
Selain itu, operator desa dan pendamping sosial yang menggunakan sistem SIKS-NG dapat memberi informasi terkait status aktif penerima.
Keluarga yang berada dalam desil 1 hingga 4 berpeluang besar terdaftar sebagai penerima.
Sejauh ini, proses penyaluran BPNT Tahap 4 telah mencapai sekitar 80 persen. Pemerintah terus mempercepat distribusi agar seluruh KPM menerima haknya sebelum pertengahan Desember.
Masyarakat diimbau segera memeriksa saldo KKS masing-masing pada bank penyalur, memastikan data tetap valid, dan mengikuti perkembangan informasi dari pendamping atau pemerintah daerah. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya