RadarBuleleng.id - Pencairan berbagai bantuan sosial pada awal Desember 2025 berlangsung dalam skala besar.
Pemerintah mempercepat proses distribusi untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan sebelum tutup tahun anggaran.
Pada pekan ini hingga akhir Desember, jadwal penyaluran berlangsung padat di berbagai wilayah, terutama bagi keluarga penerima yang menunggu bantuan pangan dan saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Program bantuan pangan menjadi salah satu yang paling cepat bergerak.
Penerima mulai menerima beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, disusul pencairan BPNT Tahap 4 sebesar Rp 600 ribu.
Penyaluran dilakukan melalui undangan dari kelurahan atau desa, sehingga beberapa daerah mulai membagikan bantuan barang meskipun saldo uang tunai belum masuk ke kartu KKS.
Progres penyaluran berlangsung serentak di lebih dari 70 kota dan kabupaten pada 3–4 Desember.
Pencairan bantuan di Provinsi Sumatera Utara dimulai dari Kota Medan, Deli Serdang, Langkat, hingga Pematang Siantar.
Provinsi lain seperti Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung turut melakukan distribusi.
Aktivitas serupa juga terlihat di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Wilayah Indonesia Timur disebut sedang gencar melakukan pencairan meski belum dirinci satu per satu.
Kementerian terkait menargetkan seluruh bansos harus tersalurkan 100 persen sebelum 31 Desember 2025 agar anggaran tidak tersisa.
Situasi ini mendorong percepatan di hampir seluruh provinsi. Jadwal penyaluran berlangsung berlapis, termasuk gelombang susulan, sehingga desa dan kelurahan diminta aktif memanggil warga yang tercatat dalam daftar penerima.
Bantuan Langsung Tunai Kesra menjadi fokus utama bagi keluarga miskin rentan.
Dana sebesar Rp 900 ribu untuk periode Oktober-Desember dijadwalkan cair pada 11-20 Desember melalui bank Himbara maupun kantor pos.
Sasaran bantuan mencakup keluarga dalam desil 1 hingga 4 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
Program Keluarga Harapan Tahap 4 sudah berjalan sejak awal Desember.
Nominal bantuan bervariasi sesuai kategori, seperti ibu hamil dan balita Rp 750 ribu, pelajar SD Rp 225 ribu, SMP Rp 375 ribu, SMA Rp 500 ribu, serta lansia dan disabilitas Rp 600 ribu.
Penyaluran dilakukan melalui KKS dan kantor pos sesuai wilayah.
Selain penyaluran reguler, BPNT Tahap 4 gelombang susulan juga masuk dalam agenda percepatan.
Bantuan sembako senilai Rp 600 ribu ditargetkan tuntas pada rentang 1–10 Desember.
Banyak daerah sudah melaporkan saldo KKS mulai masuk, disertai undangan pengambilan bantuan barang bagi wilayah tertentu.
Program penyaluran 20 kilogram beras premium dan minyak goreng masih berlangsung hingga 25 Desember.
Target penerima mencapai 18,3 juta keluarga di seluruh Indonesia. Penyaluran dilakukan bekerja sama antara Bulog, pemerintah desa, dan perangkat daerah untuk memastikan distribusi merata.
Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, hingga SMA memasuki Termin 3 pada 1–15 Desember.
Besaran bantuan menyesuaikan jenjang pendidikan. Sementara itu, BLT Dana Desa dijadwalkan cair pada 11–20 Desember, diberikan secara tunai di balai desa atau melalui rekening tergantung kebijakan daerah.
DKI Jakarta juga menyalurkan program khas daerah seperti KLJ, KAJ, dan KPDJ pada 21–25 Desember.
Bantuan ini ditujukan kepada lansia, anak dari keluarga tidak mampu, serta penyandang disabilitas, dengan nilai antara Rp200.000 hingga Rp500.000.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk segera mengecek status penerimaan masing-masing, baik di kelurahan maupun desa.
Dengan penyaluran susulan yang masih dibuka hingga pertengahan Desember, pemerintah berharap seluruh target penerima dapat menerima haknya tepat waktu sebelum tahun anggaran berakhir. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya