Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tutup 2025, Pemkab Buleleng Beri Rumah Layak Huni untuk Penyandang Disabilitas Korban Rudapaksa

Francelino Junior • Kamis, 1 Januari 2026 | 15:31 WIB

 

SERAHKAN BANTUAN: Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada korban kekerasan di Buleleng.
SERAHKAN BANTUAN: Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada korban kekerasan di Buleleng.

RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng menutup tahun 2025 dengan menyalurkan bantuan rumah layak huni kepada warga yang membutuhkan. 

Kali ini, bantuan diberikan kepada KAA, 33, penyandang disabilitas tuna wicara yang sebelumnya menjadi korban kekerasan seksual hingga hamil dan telah melahirkan.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, didampingi Ketua TP PKK Buleleng Wardhany Sutjidra, di Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng, Bali, pada Rabu (31/12/2025). 

Selain rehabilitasi rumah, keluarga KAA juga menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial serta Perumda Tirta Hita Buleleng.

Saat ini, KAA masih menjalani perawatan sementara di Rumah Aman milik Pemkab Buleleng. 

Ia diketahui melahirkan bayi laki-laki di RSUD Buleleng pada Rabu, 5 November 2025, sekitar pukul 00.00 WITA. 

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam memberikan bantuan, mengingat rumah yang sebelumnya ditempati dinilai kurang layak huni.

”Rumahnya mendapatkan bantuan rehabilitasi untuk pembuatan kamar mandi, perbaikan pada dinding, lantai, dan atap rumah,” ujar Sutjidra, Kamis (1/1/2025).

Bupati Sutjidra menegaskan, bantuan rumah layak huni ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian serius.

Ke depan, Pemkab Buleleng melalui dinas terkait akan kembali melakukan penyisiran dan validasi data masyarakat, terutama yang tinggal di rumah tidak layak huni. 

Pasalnya, hingga kini masih terdapat sekitar 200 ribu data masyarakat yang masuk kategori membutuhkan bantuan.

”Dinas Sosial saya instruksikan tetap ke lapangan untuk validasi data. Karena itu dinamis sekali,” tandas Bupati Sutjidra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rehabilitasi rumah #disabilitas #sembako #rumah #hamil #pemkab buleleng #kekerasan seksual #Tuna Wicara #bantuan #rsud buleleng